Aren Indonesia

Sumatera Utara

SEKILAS TENTANG PETANI GULA AREN BETIMUS MBARU*

Oleh, Neken Gurusinga**

Sumber: http://arengasugar.multiply.com/journal/item/11/SEKILAS_TENTANG_PETANI_GULA_AREN_BETIMUS_MBARU

Desa Betimus Mbaru, Kecamatan Sibolangit, Kab. Deli Serdang, terletak sekitar 30 KM dari kota Medan ke arah Kota Berastagi. Dari pekan Sibolangit Raya kira-kira tiga kilo meter kearah barat. Berdasarkan topografi berada pada ketinggian 400 – 600 meter dari permukaan laut.

Desa ini telah ada sejak tahun 1945, ketika itu masyarakat pada umumnya mempunyai mata pencaharian menjadi petani gula aren disamping mengerjakan pekerjaan lain.

Saat ini Desa Betimus Mbaru mempunyai penduduk 70 KK dan 30 % diantaranya masih mempunyai mata pencaharian sebagai petani gula aren. Keadaan masyarakat sebagai petani gula aren ini dari tahun ke tahun jumlahnya semakin berkurang disebabkan berbagai faktor antara lain;

a. Ada pekerjaan lain yang lebih menjanjikan seperti kegiatan pertanian padi, sayuran dan lain sebagainya.

b. Harga gula aren yang tidak seimbang dengan biaya produksi baik berupa tenaga maupun alat yang diperlukan.

c. Adanya produk lain dari sadapan pohon aren yang lebih praktis dan nilainya lebih tinggi seperti tuak.

Saat ini penduduk Betimus Mbaru yg masih bertahan sebagai petani gula aren disebabkan;

a. Tidak ada pilihan sumber mata pencaharian lain.

b. Ladang tempat menyadap pohon aren terlalu jauh sehingga sulit diolah menjadi produk lain seperti tuak.*

c. Adanya keyakinan (mitos) dengan menyadap pohon aren, kebutuhan makan tetap aman dan terpenuhi setiap saat.

Pengolahan Gula Aren

Dalam 1 batang umumnya terdiri dari 5 – 10 tangan (pelepah/batang tandan bunga), tangan disadap untuk menghasilkan nira. Satu tangan yang disadap dapat bertahan selama 3 bulan dengan hasil sadapan yang dapat menghasilkan gula aren sekitar 0 – 4 kg gula aren/hari (1 hari 2 kali sadap).

Menurut kami, sebagai penduduk Betimus Mbaru, faktor yang paling mempengaruhi turunnya petani gula aren adalah harga yang tidak sesuai, tetapi kami tetap mempunyai keyakinan dengan usaha menyadap pohon aren tidak pernah akan kekurangan pangan.

Harapan kami sebagai petani gula aren, hargailah produk kami yang tanpa menggunakan bahan kimia dan pekerjaan yang resikonya tinggi.

Harga yang layak menurut kami adalah 1 kg = 1 $.

* Disampaikan pada “Workshop Praktek Terbaik Dari Kegiatan Pembangunan Daerah Pada Bidang Pertanian”, diselenggarakan BITRA Indonesia, JICA & BAPPEDA-SU, tanggal 03 – 05 Januari 2003 di Best Western Hotel Asean International, Medan.

** Petani dan pemasar gula aren dari desa Betimus Mbaru, Kec. Sibolangit, Kab. Deli serdang, Sumatera Utara.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: