Aren Indonesia

Penghijauan Aren 2009

Maulid Hijau

Sumber: http://groups.yahoo.com/

PENDAHULUAN

”Maulid Hijau” adalah sebuah kegiatan yang digagas dan diselenggarakan oleh masyarakat di sekitar Ranu Klakah yang ada di Desa Tegalrandu kecamatan Klakah, kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Kegiatan ini memang dirancang secara khusus oleh masyarakat untuk dijadikan agenda wisata tahunan. Pada pidato pembukaan “Maulid Hijau” tahun 2007, Bupati Lumajang Bapak Drs. H. Achmad Fauzi menegaskan bahwa “Maulid Hijau” merupakan icon pariwisata Kabupaten Lumajang yang perlu dilestarikan dan perlu didukung oleh semua pihak agar dapat terus terselenggara dengan baik dari tahun ke tahun.

Nama “Maulid Hijau” merupakan singkatan dari kata Maulid Nabi dan Penghijauan. Format kegiatannya adalah penggabungan antara kegiatan pelestarian lingkungan dan seni budaya yang selama ini sebenarnya telah ada dan eksis serta berlangsung secara turun temurun di masyarakat Tegalrandu, seperti penghijauan di sekitar Ranu Klakah, pagelaran kesenian tradisional, kompetisi perlombaan tradisional serta upacara Selamatan Desa. Karena kegiatan tersebut dilaksanakan bertepatan dengan bulan dilahirkannya Nabi Mohammad SAW, maka seluruh kegiatan tersebut dirangkai dan dilaksanakan secara berurutan juga dengan Peringatan Maulid Nabi Mohammad SAW.

Penyelenggaraan ”Maulid Hijau 2009” kali ini merupakan penyelenggaraan yang keempat kalinya, setelah penyelenggaraan “Maulid Hijau” yang pertama pada tahun 2006. Dari tiga kali penyelenggaraan, nampak jelas antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini. Dan secara perlahan keberadaan objek wisata Ranu Klakah mulai banyak diketahui dan dikunjungi oleh para wisatawan. Di luar capaian tersebut di atas, masyarakat di sekitar Ranu Klakah juga mulai belajar tentang organisasi dan manajemen pengelolaan sebuah kegiatan melalui praktek langsung dalam event “Maulid Hijau” ini.

Pembukaan ”Maulid Hijau 2009” telah dimulai pada tanggal 28 Desember 2008 ditandai dengan dimulainya kegiatan penghijauan di Gunung Lemongan. Kegiatan ini melibatkan berbagai element masyarakat seperti kelompok pecinta alam yang ada di Kabupaten Lumajang, anggota Serikat Petani Lumajang, Semeru Scooter Club ’06 dan Probolinggo Vespa Club dari Probolinggo, mahasiswa dari STKIP Lumajang, Universitas Widyagama Lumajang dan Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya Malang, Green Care SMA 1 Tempeh dan SMA 1 Klakah, Perguruan Rakyat Merdeka, Sekolah Rakyat Merdeka, dan dari berbagai element masyarakat lainnya dengan total peserta .±350 orang.

Dalam kegiatan ini pula dicetuskan Deklarasi Gunung Lemongan. Inti dari deklarasi ini adalah komitmen bersama dari berbagai element masyarakat yang terlibat dalam kegiatan tersebut untuk bergotong royong melestarikan lingkungan dalam rangka menanggulangi Global Warming. Salah satu rekomendasi dari deklarasi ini adalah dibentuknya organisasi kerelawanan untuk pelestarian lingkungan dengan nama ”Laskar Hijau”.

TENTANG RANU KLAKAH

Ranu Klakah merupakan salah satu Danau Vulkanik dari sekitar 30 Danau yang ada di sekitar Gunung Lemongan. Objek wisata ini berada di Desa Tegalrandu, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Danau ini seluas ± 22 hektar dengan kedalaman 30 meter. Secara geografis desa ini berada pada 113°16’18.64” bujur timur dan 7°59’08.02” lintang selatan dengan ketinggian ± 196 dpl dengan suhu rata-rata 25 °C.

Sebagai objek pariwisata, Ranu Klakah memiliki segudang pesona estetika alam yang layak untuk dijual. Selain karena keindahannya, letaknyapun cukup strategis. Bagi wisatawan yang ingin melakukan perjalanan dari Surabaya ke Bali melalui jalur darat, Ranu Klakah dapat menjadi alternatif persinggahan yang nyaman selain objek wisata Gunung Bromo. Jarak tempuh Ranu Klakah ± 20 Km dari jantung kota Lumajang atau ± 30 km dari Probolinggo dan ± 130 Km dari Surabaya.

Di sekitar Ranu Klakah ini bermukim penduduk sebanyak  4.564 jiwa atau 1.171 Kepala Keluarga yang sebagian besar berasal dari etnis Madura / pandalungan. Mayoritas masyarakat di sekitar Ranu Klakah bermata pencaharian sebagai petani (47%) dan buruh (24%) dan tidak satupun yang berprofesi sebagai pengusaha dalam industri pariwisata.

MAKSUD DAN TUJUAN

Adapun maksud dan tujuan diselenggarakannya kegiatan “Maulid Hijau” ini adalah sebagai berikut :

  1. Memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW;
  2. Melestarikan tradisi dan adat istiadat lokal / kearifan lokal (local wishdom) yang ada di desa Tegalrandu;
  3. Meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian sumber daya alam bagi kelangsungan hidup manusia;
  4. Meningkatkan peran serta masyarakat dalam melestarikan lingkungan di sekitar Ranu Klakah dan Gunung Lemongan dengan cara menanam bersama-sama sebagai bagian dari gerakan internasional untuk menanggulangi terjadinya perubahan iklim (climate change) dan
    pemanasan global (global warming);
  5. Memberikan ruang ekspresi bagi masyarakat untuk menampilkan kreatifitas dan produk-produk unggulan yang dimiliki oleh masyarakat;
  6. Mempromosikan keberadaan Ranu Klakah, Ranu Pakis, dan Ranu Bedali serta Gunung Lemongan sebagai objek wisata potensial yang dimiliki oleh Kabupaten Lumajang kepada masyarakat luas;
  7. Mendukung program pemerintah untuk memajukan sektor pariwisata;

BENTUK KEGIATAN

1. Peringatan Maulid Nabi Mohammad SAW

Di dalam sejarah umat Islam, Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dimulai penyelenggaraannya pertama kali oleh Raja al-Muzhaffar Abu Sa’id al-Kukburi bin Zainuddin Ali bin Buktikin seorang penguasa di al-Irbil (suatu tempat di Iraq timur). Ada pula yang mengatakan bahwa yang mula-mula menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi tersebut adalah para khalifah dari Dinasti Fathimiyyah di Kairo. Yang pertama di antara mereka adalah al-Mu’jiz li Dinillah. Ada juga yang mengatakan bahwa orang pertama yang menyelenggarakan Maulid Nabi adalah Salahuddin al-Ayyubi. Dan ada pula yang berpendapat selain itu. Di Indonesia, Peringatan Maulid Nabi sudah menjadi acara resmi kenegaraan yang diperingati setiap tahun dan sudah ditetapkan sebagai hari libur nasional. Dalam merayakannya, masyarakat di Indonesia beragam bentuk dan caranya. Yang lazim dilakukan oleh kalangan Nahdliyyin adalah dengan bentuk pembacaan kitab Barzanji atau Diba’an dan dilanjutkan dengan ceramah agama dari seorang kyai. Di Yogjakarta, Maulid Nabi diperingati dengan upacara Grebek Maulid dan Sekatenan. Adapun peletak dasar penyelenggaraan kegiatan ini adalah Sunan Kalijogo.

Dalam “Maulid Hijau”, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW diselenggarakan dalam bentuk kegiatan yang lazim ada di desa Tegalrandu, yaitu pembacaan barzanji dan bacaan-bacaan mulia lainnya atau yang diistilahkan dengan serakalan. Kemudian dilanjutkan dengan ceramah agama dan do’a bersama.

2. Penghijauan

Sejak pelaksanaan “Maulid Hijau” tahun 2006 sampai dengan 2008 kegiatan Penghijauan dilaksanakan di sekitar Ranu Klakah saja. Namun karena saat ini di Ranu Klakah sudah penuh tertanam aneka rupa pohon, maka untuk pelaksanaan “Maulid Hijau 2009” ini kegiatan Penghijauan dilaksanakan di Gunung Lemongan. Kegiatan penghijauan di Gunung Lemongan telah dimulai sejak tanggal 28 Desember 2008 sampai dengan tanggal 1 Januari 2009 dan selanjutnya dilaksanakan setiap hari minggu sampai dengan pelaksanaan “Maulid Hijau 2009” pada bulan Mei 2009. Kegiatan penghijauan ini diorientasikan sebagai Pembukaan Kegiatan “Maulid Hijau 2009”.

Gunung Lemongan ini adalah jantung bagi sekitar 30 danau yang ada di sekitarnya termasuk juga Ranu Klakah. Di Gunung Lemongan yang memiliki ketinggian 1676 dpl ini terdapat ± 2.000 hektar hutan lindung yang gundul akibat penebangan liar yang terjadi pada kurun waktu 1998 – 2002. Dampak dari penggundulan hutan ini, saat ini masyarakat di sekitar Gunung Lemongan mengalami krisis air bersih, karena banyaknya sumber mata air yang mati. Dari sekitar 30 Danau / Ranu yang ada di sekitar Gunung Lemongan saat ini hanya tinggal sekitar 9 Danau saja yang masih berisi air, sedangkan sisanya hanyalah  berupa kaldera yang gersang. Di Ranu Klakah sendiri, dari sekitar 32 mata air yang ada, saat ini tinggal sekitar 4 mata air saja yang masih mengalirkan air.

Sampai akhir bulan Maret 2009, areal hutan lindung yang sudah berhasil ditanami oleh kegiatan ini seluas ±200 hektar dengan jumlah pohon tertanam ±200.000 pohon. Dari jumlah tersebut komposisi jenis pohon terbanyak adalah pohon buah-buahan, yakni sekitar 70%.

Kenapa pohon buah ? agar supaya masyarakat pemanfaat hasil hutan bisa mendapatkan penghasilan yang besar tanpa harus menebang pohon lagi di hutan, seperti waktu-waktu sebelumnya. Adapun jenis pohon buah yang banyak ditanam di Gunung Lemongan adalah Duren, Nangka, Mangga, Manicu, Petai, Rambutan, Asem, Jambu, Salak, Sukun dan Sirsak. Sedangkan tanaman pelestari air lainya adalah Beringin, Nyamplung, Bambu, Aren, Trembesi, Bendo, Salam, Saga Merah, Kesambi, Gayam dan Johar.

3. Selamatan Adat Ranu Klakah

Kegiatan Selamatan Adat Ranu Klakah ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang sudah berlangsung secara turun temurun di desa Tegalrandu. Kegiatan ini biasanya dilakukan dalam bentuk selamatan dan do’a bersama dengan para sesepuh desa sesuai dengan tradisi agama Islam, kemudian dilanjutkan dengan melarungkan semacam sesaji ke tengah Ranu Klakah.

Adapun sesaji yang dilarungkan di Ranu Klakah tersebut berbentuk boneka kecil yang terbuat  dari tepung terigu.

Konon menurut ceritanya, pada jaman dahulu di Ranu Klakah terdapat seekor ular besar piaraan Dewi Rengganis yang oleh masyarakat sekitar dinamai “Ular Selancêng”. Ular ini terkenal sangat berbahaya dan sering mencelakai penduduk sekitar. Hingga pada suatu ketika datanglah Syeikh Maulana Ishak bersama teman karibnya Kyai Atmari dari Prajekan dalam perjalanannya untuk menyebarkan agama Islam di tanah Jawa sampai di Ranu Klakah. Mengetahui perihal seekor ular yang sangat berbahaya tersebut, Syeikh Maulana Ishak kemudian menanam pohon bunga Ashoka di pinggir Ranu Klakah dan memberi makan ular tersebut dengan kue yang terbuat dari tepung yang dibentuk menyerupai boneka. Dan sejak saat itu, ular tersebut tidak pernah lagi mencelakai penduduk di sekitar Ranu Klakah. Tradisi inilah yang oleh masyarakat di Ranu Klakah terus dilestarikan sampai detik ini. Sampai saat ini, “Ular Selancêng” tersebut masih dipercaya ada oleh masyarakat di sana. Bahkan masih banyak saksi mata yang mengatakan pernah menjumpai dan bahkan pernah menyentuh ular tersebut. Adapun tentang kebenaran cerita ini, wallohu a’lam bisshowab.

4. Pasar Rakyat

Pasar Rakyat ini bertujuan untuk memberikan ruang bagi masyarakat untuk memperkenalkan produk-produk rakyat kepada publik sebagai sebuah potensi yang layak untuk dipasarkan lebih luas seperti handycraft, makanan, dan garment, teknologi, dll. Selain itu Pasar Rakyat ditujukan untuk memberi ruang promosi maupun ekspresi bagi produk-produk dari luar Ranu Klakah. Pasar Rakyat ini akan diselenggarakan selama tiga hari penuh atau selama berlangsungnya kegiatan “Maulid Hijau” 2009.

Dalam pasar rakyat kali ini akan juga diselenggarakan pengobatan Akupunktur dan akupresure oleh Perguruan Rakyat Merdeka secara sukarela serta donor darah oleh PMI Lumajang.

5. Perlombaan

Untuk memberi ruang yang lebih luas lagi bagi partisipasi masyarakat dalam kegiatan “Maulid Hijau 2009” kali ini, maka akan diselenggarakan beberapa jenis perlombaan rakyat seperti Lomba Mancing, Lomba Balap Rakit, Lomba Tinju di Air, Lomba Panjat Pinang, Lomba Volli Ball dan lainnya. Juga akan diselenggarakan perlombaan yang bersifat keagamaan seperti Lomba Tadarrus Al-qur’an, Lomba Qiro’atil Qur’an, Lomba Adzan dan beragam perlombaan lain. Serangkaian perlombaan tersebut akan diselenggarakan selama tiga hari dengan tempat pelaksanaan yang berbeda-beda di desa Tegalrandu.

6. Pagelaran Kesenian

Ada banyak terdapat kesenian tradisional di desa Tegalrandu. Namun karena minimnya ruang apresiasi dan kuatnya tekanan budaya luar yang masuk melalui modernisasi, lambat laun kesenian tradisional tersebut mulai menghilang dan punah. Oleh Karena itu, melalui event “Maulid Hijau 2009” ini diupayakan untuk menggali kembali kekayaan khazanah seni budaya tersebut agar supaya mampu eksis kembali dalam zaman yang kian penuh sesak dengan seni budaya asing ini.

Dalam penyelenggaraan “Maulid Hijau” kali ini, ada beberapa kesenian tradisional masyarakat setempat yang akan ditampilkan, diantaranya adalah : Glipang, Jem-Ajeman, Macopat / Mele’an, Gunong Telok, Jharan Budhak, Jharan Slénéng, Hadrah, Ludruk Banyolan dan lain sebagainya.

Selain pagelaran kesenian tradisional tersebut akan juga dipentaskan musik independent dan Monolog Indonesia Menggugat oleh Wawan Sofwan dari Bandung. Pagelaran kesenian ini juga akan dilaksanakan selama tiga hari dengan waktu dan tempat yang beragam.

7. Jambore Scooter RAKABAVES Jawa – Bali

Dalam pelaksanaan “Maulid Hijau” kali ini akan diselenggarakan pula Jambore Scooter se Jawa-Bali dengan titel Ranu Klakah Banjir Vespa (RAKABAVES).

Kegiatan ini sebagai bentuk dukungan dari para Scooter Mania untuk turut serta meramaikan dan mensukseskan “Maulid Hijau 2009” ini. Tujuan utama dari Jambore Scooter ini adalah membangun dan meneguhkan silaturrahmi antar pecinta sepeda motor scooter dengan masyarakat di Ranu Klakah dan partisipan ”Maulid Hijau 2009” lainnya. Dalam kegiatan Jambore ini terdapat berbagai acara yang dilaksanakan secara simultan pula dengan acara-acara ”Maulid Hijau 2009”.

WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN

Seluruh rangkaian kegiatan ini akan dilaksanakan secara simultan selama tiga hari berturut-turut, yakni pada :

Hari         : Jum’at – Minggu

Tanggal : 15 – 17 Mei 2009

Tempat : Ranu Klakah, Desa Tegal Randu, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, Propinsi Jawa Timur.

PENYELENGGARA

Kegiatan ““Maulid Hijau 2009” ini diselenggarakan oleh Paguyuban Masyarakat Desa Tegalrandu didukung oleh Radio Suara Smeru FM, Perguruan Rakyat Merdeka, Sekolah Rakyat Merdeka Ranu Klakah, Semeru Scooter Club ’06 dan Laskar Hijau.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: