Aren Indonesia

Ditjen PHP Deptan

PETUNJUK PELAKSANAAN KEGIATAN PENGEMBANGAN GULA AREN/SEMUT

1. Pendahuluan

Indonesia sebagai negara produsen gula saat ini memiliki 58  pabrik gula putih berbahan baku tebu dengan kapasitas 195.810 TTH yang didukung areal 380 ribu Ha serta 4 pabrik gula rafinasi berbahan baku gula mentah impor dengan kapasitas 2 juta ton per tahun. Namun demikian, industri gula dalam negeri belum mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri. Dari kebutuhan nasional sebesar 3,3 juta ton tahun 2005, baru dipenuhi 2,24 juta ton dari produksi dalam negeri, sisanya diimpor dengan besaran lebih dari 1 juta ton baik dalam bentuk gula putih, gula rafinasi dan raw sugar (gula mentah). Pada tahun 2009 kebutuhan nasional diproyeksikan sebesar 3,65 juta ton dan bila produksi diasumsikan tetap maka impor akan terus meningkat. Disisi lain stock dan harga gula dunia yang fluktuatif, menyebabkan ketergantungan impor gula sangat beresiko bagi kelangsungan industri gula nasional.

Mengingat prospek pengembangan industri gula cukup cerah  dalam masa-masa mendatang terutama pasar dalam negeri yang masih terbuka lebar, maka kebijakan pemerintah untuk  merevitalisasi industri gula menuju swasembada merupakan pilihan  yang tepat dalam mengurangi resiko tersebut. Namun demikian bukan swasembada seperti pada masa lalu, tetapi swasembada yang memperhatikan daya saing/efisiensi dan kesejahteraan petani/produsen. Untuk mewujudkan hal tersebut memang tidak  mudah. Pemerintah akan berusaha untuk secara bersama menciptakan iklim yang kondusif bagi pengembangan investasi dibidang industri gula. Penciptaan iklim yang kondusif bagi pengembangan investasi merupakan syarat mutlak yang harus  dipenuhi dalam mempercepat tercapainya program swasembada
gula.

Swasembada gula selain diupayakan melalui pengembangan  dari tebu sebagai bahan bakunya juga dikembangan melalui sumber bahan baku lain seperti dari aren dan kelapa. Gula aren yang selama ini cukup dikenal dalam masyarakat telah mampu menyerap tenaga kerja petani. Hal  ini dimungkinkan karena aren cukup tersedia tanpa melalui budi daya. Aren dapat tumbuh tersebar hampir diseluruh Indonesia. Gula aren dikonsumsi sebagai bahan makanan dan industri. Industri yang selama ini banyak menggunakan aren antara lain untuk pembuatan kecap.

Potensi aren yang cukup besar merupakan potensi ekonomi  yang dapat memberikan konstribusi dalam pembangunan. Hal ini dapat dilakukan dengan upaya memberdayakan masyarakat dengan sentuhan  industrialisasi di pedesaan.

Sebagai  contoh pengembangan aren di Kabupaten Tomohon, Sulawesi Utara telah  menyerap tenaga kerja lebih dari 2.000 orang dengan kenaikan pendapat yang cukup berarti disamping dapat merubah perilaku masyarakat membuat tuak yang cukup merepotkan aparat  kepolisian. Menyadari potensi tersebut, untuk itu di beberapa daerah sumber aren akan dibangun industri pengolahan aren terpadu.

1.2. Tujuan

Tujuan kegiatan adalah :

  1. Peningkatan kualitas gula aren kristal yang dihasilkan  yaitu peningkatan daya tahan, keseragaman warna, kebersihan, bentuk dan kemasan yang menarik serta cita rasa yang baik melalui perbaikan alat dan teknologi pengolahan sehingga kualitas keseragaman produk yang dihasilkan dapat terus dijaga.
  2. Peningkatan produksi gula aren kristal sehingga dapat menjamin kontinuitas/ketersediaan pasokan sesuai  dengan permintaan pasar
  3. Dengan bantuan peralatan dan teknologi ini, lebih banyak nira yang dapat diolah menjadi gula aren kristal sehingga harga pokok produksi dapat ditekan dan pada akhirnya akan meningkatkan nilai tambah bagi petani serta menyediakan lapangan kerja baru di pedesaan.
  4. Mendirikan unit pengolahan gula semut terpadu yang  sesuai berdasarkan aspek kelayakan dan ketersediaan sumber energi alternatif.

1.3. Sasaran

Sasaran yang akan dicapai adalah :

  • Terbangun dan operasionalnya pilot proyek usaha pengolahan  aren terpadu  yang berorientasi  kesejahteraan petani, mutu, pasar dan lingkungan.
  • Meningkatnya produktivitas usaha, diversifikasi produk,  nilai tambah dari usaha pengolahan aren terpadu .
  • Meningkatnya kemampuan petani dan mengembangkan kelembagaan petani untuk mengantisipasi permintaan pasar

1.4. Penerima Bantuan

Bantuan diberikan kepada kelompok tani/gabungan kelompok tani yang telah membentuk kelembagaan dan  telah bermitra.

Penerima bantuan Dana Penguatan Modal Usaha Kelompok  (untuk modal kelompok atau peralatan pengolahan hasil  perkebunan) diidentifikasi oleh Dinas Kabupaten / Kota yang bersangkutan.

1.5. Spefikasi teknis

Peralatan UPH Gula Semut Kapasitas 1000 -1500 Kg/hr

A.  Stasiun Penjernihan

A-1  Saringan Nira Mentah
A-2  Tangki Penampung Nira  Mentah
A-3  Pompa Nira Mentah
A-4  Primery Juice-Heater
A-5  Tangki Defekator
A-6  Pengatur dosis larutan  kapur
A-7  Tangki Larutan kapur
A-8  Pompa defekator
A-9  Secondary Juice-Heater
A-10  Flash Tank
A-11  Single tray clarifier
A-12  Clear juice daily tank
A-13  Pompa Nira Bersih
A-14  Muddy juice tank
A-15  Muddy juice pump
A-16  Filter Press
A-17  Penarik Tangki pati  kotoran
A-18  Flocculan dilution tank
A-19  Flocculan holding tank
A-20  Flocculan dosing pump
A-21  Lime Slaker
A-21  Lime milk holding tank
A-22  Lime milk pump

B.  Stasiun Evaporator

B-1  Evaporator Badan 1
B-2  Evaporator Badan 2
B-3  Condensor untuk  Evaporator
B-4  Pompa Vacuum (Water  seal type)
B-5  Pompa Nira Kental
B-6  Peti Tarik Nira Kental
B-7  Steam Trap
B-8  Pompa Injeksi
B-9  Pompa Kondensat Murni
B-10  Tangki Kondensat Uap
B-11  Pompa Kondensat Uap  Nira

C.  Stasiun Masakan dan Puteran

C-1 Roll & Race Pulverizer
C-2  Air Heater
C-3  Dehumidifier
C-4  Foreced Draft Fan
C-5  Sugar Dyer and Cooler
C-6  Cyclon Separator
C-7  Rotary Valve
C-8  Sugar Elevator
C-9  Sugar Bin

1.6. Pengadaan

Pengadaan pembangunan unit pengolahan gula aren dilaksanakan  Tugas Pembantuan  untuk kegiatan pengembangan gula aren/semut , sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,  dengan memperhatikan Petunjuk Pelaksanaan ini. Pengadaan peralatan oleh Pihak Ketiga diharuskan sekaligus dengan  penyediaan teknologi terkait yang diperlukan.

1.7.  Pembinaan

Pembinaan dilakukan oleh Ditjen PPHP Departemen Pertanian, Dinas Provinsi dan Dinas Kabupaten/Kota terkait, serta pihak pengembang/ kontraktor (rekanan) yang ditetapkan oleh Dinas. Pembinaan meliputi baik aspek teknis maupun manajemen usaha.  Penerima bantuan mempunyai kewajiban memelihara unit  pengolahan gula aren yang dibangun.

1.8.  Pelaporan

Kelompok penerima bantuan wajib menyampaikan laporan kepada Dinas Kabupaten/Kota mengenai kondisi unit  pengoolahan gula aren/semut, serta perkembangan usaha kelompok setiap 6 bulan atau sewaktu-waktu bila ada permasalahan/perkembangan yang nyara (signifikan).  Dinas Kabupaten/Kota wajib menyampaikan laporan kepada Ditjen PPHP dan Dinas Perkebunan Provinsi  mengenai kondisi serta perkembangan usaha kelompok yang difasilitasi setiap 6 bulan atau sewaktu-waktu bila ada permasalahan / perkembangan yang nyata (signifikan).

5 Comments »

  1. Yth. Bapak Dirjen Deptan
    Kami pengusaha Gula Aren Kristal mohon Bimbingan, arahan, dan bantuan peralatan produksi untuk mengantisipasi permintaan pasar yang terus meningkat dan setandar mutu produk.
    UD SUMBER ALAM
    MAJENANG
    HASYIM

    Comment by SUMBER ALAM — April 1, 2010 @ 2:20 am

  2. Yth Bapak Dirjen Deptan
    mohon diterbitkan buku panduan tentang tehnis budidaya aren dan penanggulangan penyakit penyakit pada tanaman aren muda , soalnya kita sudah capek-capek nanamnya eh begitu ada gejala penyakit kita kebingungan bagaimana menanggulanginya . Terima kasih

    Comment by abdurrahman alwani — November 29, 2010 @ 5:34 am

  3. mohon informasi, mengenai bibit aren unggul, yang produksinya tinggi dallam usia pendek.

    Comment by MTs-MA Cokroaminoto Wanadadi — June 15, 2011 @ 9:13 am

  4. Yth. Bapak Ditjen PHP Deptan
    Di Jakarta

    Dengan hormat,

    Yamg kenulis comentar ini saya :
    Nama : HASYIM
    Alamat : Jl. Mawar No 17 Rt 04/01 Cibeunying Kec. Majenang Kab. Cilacap 53257
    Pekerjaan : Pimpinan UD SUMBER ALAM
    No HP : 0853 2833 4848
    Memohon penjelasan mengenai bantuan alat inventaris produksi yang tertera di atas apa apa dapat kami ajukan demi kemajuam kelompok usaha bersana pengrajin gula aren di daerah saya
    aras perharianya saya ucapkan terina hasih

    Hormat saya

    HASYIM

    Comment by HASYIM — December 30, 2011 @ 8:28 am

  5. Nama :HASYIM
    Email : aren_sa@yahoo.co.id
    Web : http://www.arensa.blogspot,com

    Comment by HASYIM — December 30, 2011 @ 8:31 am


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: