Aren Indonesia

Pelatihan

POTENSI TANAMAN AREN BELUM DIKELOLA MAKSIMAL

Sumber: http://peacbromo.co.id/

Aren training kecil

Pernyataan itulah yang menjadi kesimpulan dalam pelatihan budidaya tanaman aren yang telah dilaksanakan di Kotabaru Kalimantan Selatan pada tanggal 28 s.d. 30 mei kemarin. Pelatihan tersebut terselenggara bagian dari CSR PT.Arutmin Indonesia yang dikelola oleh Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Balikpapan. PeacBromo sendiri dipercaya PNM sebagai konsultan dan narasumber dalam pelatihan tersebut.

Pelatihan ini diikuti sekitar 30 warga dari empat desa diwilayah ring I PT.Arutmin Indonesia dan bertempat di Balai desa Tirawan Kotabaru, hadir dalam pelatihan tersebut Noer Soetrisno selaku Senior Advisor PT.PeacBromo yang membawakan kuliah umum tentang potensi bisnis tanaman Aren. Menurutnya tanaman Aren bisa menghasilkan bio etanol sebesar 40.000 liter/hektar/tahun. Nominal tersebut lebih besar dibandingkan kelapa, nipah dan lontar yang hanya 8000 sampai 10.000 liter/hektar/tahun. Hal tersebut bisa dilakukan dengan membangun sistem industri gula dan bio-energi berbasis palma untuk membangun agro industri bertumpu ekonomi rakyat.

Dalam kesempatan itu juga petani dilatih untuk melakukan budidaya tanaman Aren, mengingat selama ini petani di Kotabaru masih menganggap bahwa tanaman Aren tidak bisa dikembangbiakan dan merupakan hadiah dari musang. Menurut Sholikhul Azis istruktur dari PeacBromo bahwa tanaman aren bisa dibudidayaan dan dikembangbiakan mulai dari biji hingga yang sudah kecambah dan anak dari tanaman aren dengan penanganan yang khusus dan kondisi tanah yang lembab. Salah satu caranya dengan mengatur jarak penanaman di kawasan hutan yang sudah ada tanaman aren, ujarnya.

Potensi tanaman aren di Kotabaru cukup melimpah, desa Tirawan dan sekitarnya terdapat sekitar 5000an pohon Aren, dan jumlah petani penderes Aren hanya sekitar 104 petani. Satu petani hanya menderes aren 3 hingga 5 pohon dengan jumlah hasil nira perharinya mencapai 50 liter. Dengan jumlah tersebut sebagain pohon Aren dikawasan ini belum teroptimalkan. Sementara produk olahan nira masih dikelola tradisional menjadi gula cetak dengan harga perbungkusnya sekitar 800 ons tujuh ribu rupiah. Harapan masyarakat sekitar, kedepan adanya industri kecil pegolahan Aren seperti di Masarang Sulawesi Utara, sehingga kesejahteraan petani dan masyarakat disana dapat lebih meningkat.

fahmi

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: