Aren Indonesia

Berita 2002

November 2002

Bahan Baku Gula Aren Makin Langka

Sumber: http://www.suaramerdeka.; Sabtu, 30 November 2002 Ekonomi

SALATIGA – Nira sebagai bahan baku pembuatan gula aren makin langka di Pulau Jawa, karena terjadi banyak penebangan pohon aren tanpa memperhatikan peremajaan.

“Kalau pohonnya ditebang tanpa melakukan peremajaan, ya tentu makin langka,” kata Dekan Fakultas Pertanian UKSW Ir Suprihati MP, kemarin.

Tumbuhan tersebut, lanjut dia, biasa hidup di lereng-lereng pegunungan. Di Kabupaten Semarang banyak terdapat di Dukuh Tegaron, Banyubiru. Di pantai selatan banyak tumbuh di Kebumen dan Purworejo, sedangkan di Jabar terdapat di Pangandaran.

Ketika tanaman tersebut masih cukup banyak, masyarakat setempat memanfaatkan niranya untuk membuat gula aren. Begitu jumlah pohonnya mulai berkurang, mereka tak kekurangan akal. Tetap membuat gula aren tetapi bahan bakunya bukan nira aren. Caranya, gula pasir diolah ulang dan kemudian dicampur gula merah dan nira aren sedikit.

Seperti Bumbu

“Penambahan nira aren itu seperti bumbu atau essence saja. Produk itu berupa gula merah rasa aren. Para perajin menyebut sebagai gula edan atau gula gendheng,” tutur Suprihati.

Harga gula aren di pasaran saat ini berkisar Rp 4.500/kg, sedangkan gula pasir sekitar Rp 3.500/kg.

Selain akibat penebangan yang terus meningkat, kata dia, kelangkaan pohon aren juga karena musang mendekati kepunahan, padahal binatang itu selama ini dikenal sebagai penyebar alami biji aren. “Akibatnya, penyebaran biji tanaman itu terganggu,” jelas dia.

Agar gula aren tak punah, Fakultas Pertanian UKSW bekerja sama dengan Direktorat Pendidikan Tinggi menyelenggarakan kegiatan optimalisasi tani dalam penyediaan bibit aren di Tegaron, Banyubiru.

Tujuannya untuk menjaga kesinambungan pasokan bahan baku industri gula aren pada masa-masa mendatang.

Metode yang ditawarkan kepada petani berupa pelatihan pembibitan aren, demplot pembibitan aren, dan pendampingan. (A2-53k)

Desember 2002

Kebun Raya Lepas 10.000 Bibit Aren

Sumber:  http://www2.kompas.com/; Kamis, 26 Desember 2002

Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor (PKT KRB) awal tahun depan akan melepas sekitar 10.000 bibit tanaman aren di daerah Tasikmalaya, Jawa Barat. Selain di Tasikmalaya. tahun ini sekitar 1.000 bibit aren telah dilepas di daerah Sumedang dan Cianjur.

“Bibit aren yang selama ini diperbanyak  oleh musang kini diperbanyak oleh peneliti PKT KRB secara massal untuk disebarluaskan,” kata Kepala PKT KRB Dedy Darnaedi, seusai pembukaan ekspos proyek pelestarian penelitian dan pengembangan flora Indonesia PKT KRB Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tahun anggaran 2002, Senin siang di Kantor KRB.Kegiatan tersebut dibuka Deputi Ketua LIPI Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati, Dr Endang Sukara.

Dedy menyebutkan, penyebaran bibit aren di Kabupaten Sumedang, yang merupakan salah satu sentra tanaman aren, karena populasinya disinyalir terus mengalami penurunan akibat maraknya penebangan pokok aren untuk produksi tepung sagu aren. Hal itu juga disebabkan kurangnya peremajaan karena keterbatasan pengetahuan masyarakat soal teknologi memperbanyak tanaman aren. (pun)

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: