Aren Indonesia

Nanang Qosim

Aren, Tanaman Keren di Area Samboja Lestari

Oleh : Nanang Qosim (Koordinator Comdev BOS Samboja Lestari)

Sumber: Kahiyu, Volume II – No. 2 – Januari 2007, http://www.orangutan.or.id.

Aren, (Arenga Pinnata) adalah salah satu tanaman jenis palem yang dikenal oleh masyarakat lokal sebagai penghasil air nira yang bisa dijadikan gula merah. Kebanyakan orang lokal menyebutnya Enau, yang dalam bahasa latinnya dikenal dengan nama Arenga pinata. Tanaman ini ditemukan hampir di seluruh wilayah Indonesia yang bersuhu lembab berkisar antara 27-28ºC. Pertumbuhan tanaman aren terbilang lama, karena membutuhkan waktu yang agak lama mulai dari semai sampai siap tanam, bahkan berproduksi. Namun begitu, perawatan aren tidaklah sulit dan mahal, karena hanya dengan suhu dan keadaan lingkungan yang baik dan sesuai, aren akan tumbuh dengan subur dan berproduksi dengan baik.

Waktu yang baik untuk menanam aren adalah saat musim akhir kemarau memasuki musim penghujan, karena pada musim tersebut, suhu bisa dikatakan rendah. Aren bisa dikatakan siap panen pada usia ± 10-15 tahun. Pada usia itu aren biasanya berbunga dan siap untuk dipanen. Bunga yang muncul dari sela-sela pelepah daun menjuntai ke bawah siap diolah untuk siap dipanen niranya dan dijadikan minuman segar atau dibuat gula merah. Ditinjau dari fungsi dan kegunaannya, tanaman aren mulai dari bunga, buah dan bagian pohon lainnya bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Dengan cara menyadap niranya kita bisa membuat minuman segar berupa saguer (kita kenal dengan tuak). Buahnya yang masih muda dapat diolah menjadi makanan kaleng (kolang-kaling). Sedangkan ijuk, lidi dan daunnya bisa digunakan untuk bahan material rumah tangga.

Hasil sadapan, selain untuk tuak dan dibuat gula merah, sebagian masyarakat meyakini bisa dijadikan campuran obat trdisional. Sebagian penduduk memanfaatkan batangnya diolah menjadi sagu untuk makanan pokok mereka. Selanjutnya dengan teknologi yang cukup maju tanaman aren bisa menjadi bahan dasar penghasil gula kristal dan alternatif bahan bakar.

Dengan dicanangkannya tanaman Aren sebagai salah satu tanaman yang masuk dalam program Nasional Pemerintahan RI untuk dikembangkan,
setelah tanaman sawit dan tanaman Jarak Pagar, Yayasan BOS sebagai salah satu lembaga konservasi ikut mendukung sepenuhnya pencanangan pengembangan tanaman aren tersebut. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya semaian biji tanaman aren dipersemaian yang dikelola oleh Yayasan BOS-Samboja Lestari, Kalimantan Timur. Saat ini terdapat lebih dari 20.000 bibit aren. Selain bibit baru yang ada di persemaian, BOS-Samboja Lestari sejak tahun 2002 juga telah mengembangkan tanaman aren di areal perbatasan kawasan rehabilitasi lahan BOS-Samboja Lestari, dengan jumlah aren yang telah tertanam mencapai puluhan ribu bibit.

Tujuan budidaya tanaman aren di areal rehabilitasi lahan, khususnya di areal perbatasan lebih diperuntukkan sebagai tanaman pembatas antar zonasi-zonasi yang ada di dalam areal rehabilitasi lahan BOS-Samboja Lestari yang luasnya hampir mencapai 2.000 hektar.

Proses penanaman aren di persemaian dimulai dengan pencarian biji dan bibit cabutan. Untuk pencarian biji dan bibit lokal, biasanya didapat dari desa Saka Kanan Km.29, Balikpapan, Kalimantan Timur. Selain itu terkadang bibit juga dipesan dari luar daerah dalam jumlah yang besar. Untuk bibit lokal, biasanya didapat dengan keadaan masih terbungkus kulit buah. Oleh sebab itu kulit buah harus dibuang terlebih dahulu. Kemudian biji diambil dan dibersihkan, dilanjutkan dengan di bekam, atau dilembabkan. Pembekaman biasanya dilakukan dengan cara, biji aren yang sudah bersih dimasukkan kedalam kantung plastik yang kedap air dan udara sampai tumbuh kecambah. Untuk itu dibutuhkan waktu kira-kira satu bulan.

Setelah berkecambah, bibit siap dipindah ke dalam polibag. Media yang paling bagus untuk tanaman ini adalah top soil (tanah bagian atas yang gembur) dicampur dengan pupuk organik berupa kotoran ternak. Untuk perawatannya, cukup dengan penyiangan rumput di sekitar tanaman saja. Hama pada tumbuhan aren sangat jarang ditemukan, dan biasanya aren tidak tumbuh lebih dikarenakan keadaan lingkungan yang tidak baik,
selebihnya aren akan bisa tumbuh
dengan subur.

Aren akan tumbuh daun jika akar yang berkembang dalam polybag sudah mencapai dasar kedalaman tertentu. Kira-kira usia 1½ bulan, akan muncul daun pertama. Daun pertama ini berupa daun yang masih kuncup, setelah itu akan terbentuk daun kedua di usia 3 bulan. Daun pada usia ini berbentuk seperti kipas dan belum memiliki batang tetap. Setelah berusia lima atau enam bulan, baru akan muncul daun tiga dan sudah memiliki batang.

Usia siap tanam untuk tanaman  aren berkisar antara 1 atau 1½ tahun,
dengan tinggi tanaman sekitar 30 cm. Aren sudah memiliki batang tetap, dan
pada daunnya juga sudah terbentuk lidi. Pada usia tersebut biasanya
aren sudah siap untuk ditanam di lokasi tanam. Sedangkan waktu yang
diperlukan tanaman aren untuk bisa tumbuh besar dan berproduksi berkisar
kurang lebih 10 tahun dengan kondisi lingkungan dan cuaca yang baik serta
didukung oleh perawatan yang baik pula. 􀁙

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: