Aren Indonesia

Gula Aren

Tentang Gula Semut Aren ( Arenga Palm Sugar )

Sumber: http://gula-aren.blogspot.com/2009/04/tentang-gula-semut-aren-arenga-palm.html

2DIVA'S PALM SUGAR copy

Saya belum bertemu sumber yang menerangkan mengapa butiran-butiran halus dari gula aren ini disebut gula semut. Seperti nenek moyang manapun di dunia, nenek moyang orang Indonesia juga mempunyai kaidah-kaidah tertentu dalam pemberian nama. Mungkin seperti yang di lakukan Nabi Adam yang memberi nama benda-benda sesuai sifat alami mereka, saya pikir pemberian nama gula semut juga erat kaitannya dengan penampilan fisik gula ini. Warnanya yang cenderung coklat kekuningan mirip gerombolan semut rang-rang sedang berkerumun. Atau bisa juga karena menyerupai tumpukan-tumpukan tanah yang terurai dari sarang semut.

Gula semut lebih sering disebut orang sebagai palm sugar. Gula yang berasal dari nira tanaman palem-paleman. Tidak hanya dari nira tanaman aren (enau – arenga pinnata merr.), gula semut juga ada yang terbuat dari nira kelapa dan siwalan. Saya belum pernah bertemu dengan gula semut yang berasal dari tanaman siwalan. Tapi yang dari nira kelapa, karakter kristalnya sedikit lebih lembut dari gula semut aren. Itu mungkin disebabkan oleh kandungan yang lemak yang dipunyai nira kelapa.

Pada tahun 1922, Henry Ford mengeluarkan kutipan soal warna. Kutipan itu di ulang-ulang orang sampai sekarang ketika dia menawarkan mobil T Ford model sebagai berikut : “The customer can have any colour as long as it is black”. Dalam bisnis pergula semutan uangkapannya menjadi : ” The customer can have any colour as long as it is brown”!

Sekalipun saat ini sudah ada yang berhasil membuat gula semut berwarna putih tapi kapasitasnya masih dalam skala labaratorium. Yang beredar di pasar kebanyakan adalah gula semut berwarna coklat kekuninangan, coklat kemerahan, coklat gelap maupun coklat pucat.

Warna gula semut ditentukan oleh jenis tanaman, iklim lingkungan dimana jenis palem tersebut tumbuh, cara penangan selama panen nira sampai kepada proses pengkristalannya.Sekalipun gula semut dibuat dari nira segar dengan PH 7 (stabil), penampakan fisik gula semut tidak akan begitu baik bila cara memasaknya tidak sempurna. Misalnya digarang diatas tungku berapi besar, dibiarkan begitu saja alias jarang di aduk agar panasnya merata.

Gula semut rasanya manis ( iya lah! ). Tapi itu rasa normal. Gula dengan kadar sukrosa sekitar 90-94 % ini tidak jarang terasa pahit. Mengapa? Karena itu tadi, digarang diatas tungku dengan api menjilat-jilat permukaan kuali dan panasnya tidak dibuat merata. Hasilnya adalah gula gosong dan banyak arang.

Sekarang kita bahas mengenai pemakaian gula semut aren ini. Jaman dahulu kala, orang melihat gula semut hanya diatas selembar roti sandwich yang telah dibalur mentega sebelumnya untuk sarapan pagi. Itu bukan pemakaian yang keliru tapi sedikit kurang imajinasi!

Singkatnya, gula semut moderen bisa menggantikan semua fungsi gula kecuali warna coklatnya. Misalnya, urban profesional yang tidak bisa meninggalkan kopi lebih memilih palm sugar sebagai pemanis ketimbang gula pasir. Mereka yang mempunyai pendidikan cukup ini tentu mengerti efek gula pasir terhadap kesehatan mereka. Dan coba sesekali tambahan gula pasir pada susu kedele Anda. Bau tengik dari kedele langsung menghilang dan berganti rasa legit yang lembut meluncur di tenggorokan. Salam gula semut,

– Evi Indrawanto DIVA’S Palm Sugar Organic Sugar for All Purpose Sweeteners

Gula Aren : Alternatif Pemanis yang Aman

Sumber: http://arengasugar.multiply.com/journal/item/125/Gula_Aren_Alternatif_Pemanis_yang_Aman; May 1, ’08 11:30 AM

2

Hampir 2 tahun menjadi juragan gula aren, sedikit banyak membuat saya mengerti pada pola kebiasaan masyarakat di beberapa desa yang menjadi supplier kami. Umumnya mereka tidak memakai gula pasir untuk pemanis sehari-hari. Jika Anda menganggap wajar karena gula aren berlimpah di sekeliling mereka, mungkin anda sedikit keliru. Dari menggali lewat beberapa pertanyaan, mereka lebih memilih gula aren karena khasiat, rasa dan aromanya yang cenderung tidak tergantikan oleh gula lainnya.

Dulu, sebelum terjun di bisnis ini, saya menganggap palm sugar atau ada juga yang keliru menyebutnya sebagai brown sugar, tidak punya hubungan kekerabatan dengan gula aren. Maklum lah otak belum mampu membangun koneksi antara tumbuhan palmae dan gula, ditambah lagi namanya terdengar jauh dari kampung; Palm Sugar. Karena tidak puny ide dari mana datangnya, kebetulan ketemunya di hotel-hotel berbintang, café-café dan beberapa toko-toko kue, jadi wajarkan kalau dulunya gula ini saya anggap sebagai gulanya orang kaya?

Tidak mengetahui apa-apa memang merusak. Jadi bapak dan ibu berhati-hatilah dengan ketidak tahuan kita. Padahal kalau sedikit saja berbalik, nenek moyang saya menggunaka gula alami ini dalam masakan sehari-hari. Sayur asem itu hanya sedap kalau memakai palm sugar. Rujak dan gado-gado tidak akan disebut demikian kalau tidak ada kandungan palm sugar-nya.

Jadi, orang-orang kampung yang saya sebutkan diatas memperoleh keberkahan sendiri dari Yang Diatas. Mereka hidup dengan gula sehat dan tidak perlu mempertaruhkan kesehatan dengan gula pasir. Disamping itu mereka juga telah membuat saya lebih cerdik dengan memakai gula aren untuk segala jenis pemanis dan penggurih masakan di rumah. Dan saya juga terkekeh membayangkan, para petani itu menyamakan kedudukan dengan para café goers yang keren-keren melalui pemakain palm sugar dalam minuman kopi, teh dan susu mereka.

Sebetulnya gula aren dipakai orang dalam makanan apa saja sih?

Sedikit diantaranya : pempek, dodol, apem, kue codot, jojorong, klepon, kue tutun atau dodol cina, wajid, kue ali, cucur, lupis, dodongkol, teng-teng, awug, cendol, dan aneka jenis kolak.

Bahkan meminum gula aren yang dilarutkan dalam air putih merupakan kebiasaan yang umum di desa. Minuman ini memiliki kelebihan, selain menimbulkan tenaga, juga dapat menghilangkan sakit pinggang dan pegal-pegal. Kalau ditambahkan batu es, rasanya tambah sedap.

Nah, dari informasi ini, saya bertambah yakin bahwa upaya mensubtitusi gula putih atau gula pasir yang umumnya berasal dari gula tebu dengan gula aren sangat berpeluang. Peluang tambah menjulur apabila setiap orang semakin memahami bahwa sesungguhnya gula aren memiliki berbagai kelebihan nutrisi dibandingkan dengan gula putih, terutama kalau kita bicara soal gizi dan kesehatan.

Salam sehat, — Evi, Gula Sehat

PROSPEK PRODUK GULA AREN DAN MAKANAN LAINNYA DI JEPANG

Sumber: http://www.nafed.go.id/; Thursday 14 Februari 2008

Diva's Palm Sugar 3

Peluang yang sangat besar saat ini bagi produk Gula Aren (Palm Sugar) di Jepang sudah tidak diragukan lagi. Kandungan kalorinya yang rendah dan dapat digunakan untuk membuat kue menjadikan Gula Aren sangat diminati.

Mr. Ryuji Nishi mengungkapkannya dalam sebuah seminar mengenai potensi produk makanan dari Indonesia di pasar Jepang. Dalam presentasinya, konsultan ini memberi masukan tentang produk Gula Aren yang diminati tidak mengandung bahan kimia dan ditanam di lahan yang alami tanpa pupuk organik. Diperlukan kesungguhan mencari mitra di Jepang dengan pengusaha yang memproduksi kue-kue khas Jepang, produsen gula pasta atau pemilik kedai kopi.

Barang contoh beserta harga jual di toko swalayan juga diperlihatkan dalam seminar tersebut. Dalam contoh yang diperlihatkan, harga Palm Sugar JPY 735/200 gram; Maple Sugar JPY 1000-2000/1 kg; Brown Sugar JPY 240/0,5 kg; Crystal Sugar JPY 160/0,5 kg; Gula Pasta JPY 500/0,5 kg. Negara pesaing untuk produk ini adalah Thailand yang menguasai pasar 49%, Australia 39%, Afrika Selatan 12%, namun belum pernah mengimpor dari Indonesia.

Jagung Kriuk, salah satu produk makanan Indonesia yang juga dibahas dalam seminar ini. Rasanya yang enak namun perlu diperbaharui model kemasannya agar terlihat lebih menarik. Isinya yang bervariasi dicampur dengan jenis kacang-kacangan lain, lebih disarankan, karena konsumen Jepang sangat menggemari makanan kecil seperti ini dengan berbagai rasa. Pada saat yang bersamaan, diperlihatkan contoh produk dari Amerika dan China yang isinya bervariasi dan dibungkus rapi dan menarik dengan harga JPY 105/40 gram, JPY 400/400 gram dan JPY 50/30 gram.

Tanggapan Mr. Nishi terhadap produk Ikan Asin Indonesia sudah bagus dan penampilannya terlihat bersih. Rasanya enak dan agar lebih bernilai diharapkan sebelum pengepakan, ikan asin diletakkan dalam sebuah wadah plastik supaya tersusun rapi dan selanjutnya dibungkus. Lebih disarankan jika dikemas dalam tempat yang kedap udara dan sangat dianjurkan mencantumkan informasi cara pemakaian dan memasaknya. Diperlihatkan produk ikan asin dari Vietnam sebagai contoh dengan harga JPY 400/150 gram.

Kemasan Teh Murbel disarankan agar diperbaharui. Penyimpanan kedalam aluminium foil pada setiap bungkus teh lebih terkesan rapi. Untuk menarik minat konsumen sebaiknya dicantumkan penjelasan tentang kandungan di dalam teh tersebut, khasiatnya dan cara pemakaiannya.

Saat ini Jepang tidak lagi menjual Teh Agaric dan Jamur Agaricus kering secara terbuka. Menurut penelitian, jamur tersebut dapat memicu kanker dan hipertensi. Jika konsumen membutuhkannya hanya dapat dicari dan dibeli melalui internet saja.

Jamur yang dapat mengganggu mulai dijauhi konsumen Jepang. Diperlukan upaya tangguh yang penuh tantangan dan memerlukan tenaga ahli khusus tentang jamur untuk dapat menerangkan kepada konsumen tentang manfaat dan kegunaan jamur serta tidak berbahaya jika dikonsumsi.(dn)

TTG PENGOLAHAN PANGAN: GULA AREN

1. PENDAHULUAN

Gula aren adalah produk hasil pemekatan nira aren dengan panas
(pemasakan) sampai kadar air yang sangat rendah (<6%) sehingga ketika
dingin produk mengeras.

Pembuatan gula aren hampir sama dengan sirup aren. Nira dipanaskan
sampai kental sekali. Pada pembuatan sirup aren, pemanasan dilakukan
sampai volume tinggal 1/5 volume semula. Pada pembuatan gula aren
pemanasan dilakukan sampai volume kurang dari 1/10 volume semula.
Setelah itu, cairan gula kental tersebut dituangkan ke cetakan dan ditunggu
dingin. Pembuatan gula aren ini juga mudah dan dapat dilakukan dengan
menggunakan peralatan yang sederhana.

2. BAHAN

  1. Nira aren
  2. Kapur sirih

3. PERALATAN

  1. Wajan. Alat ini digunakan untuk mengaduk nira aren sehingga sebagian
    besar airnya menguap.
  2. Pengaduk. Alat ini digunakan untuk mengaduk nira aren yang sedang
    dipanaskan.
  3. Penyaring. Alat ini terbuat dari kain saring, dan digunakan untuk menyaring nira aren.
  4. Cetakan. Alat ini digunakan untuk mencetak gula aren.

4. CARA PEMBUATAN

  1. Penyaringan. Nira hasil sadapan disaring dengan kain saring, atau saringan halus dari anyaman kawat tahan karat. Hasil penyaringan disebut nira bersih.
  2. Pemasakan
    a. Nira ditambah dengan kapur sirih sebanyak 1% dari volume nira (setiap 1 liter nira ditambah dengan 10 gram kapur sirih), kemudian dididihkan di dalam wajan sambil diaduk-aduk. Busa dan kotoran yang mengapung selama pendidihan dibuang.
    b. Setelah cairan nira tinggal 1/5 volume nira sebelumnya, nira disaring kembali, dan didinginkan semalam. Endapan yang terbentuk dibuang.
    c. Nira yang telah diendapkan tersebut kembali dipanaskan sambil diaduk sehingga volumenya menjadi 8% volume semula. Cairan ini disebut dengan sirup kental.
    d. Api dimatikan, dan sirup kental didiamkan selama 5 menit.
  3. Pencetakan. Sirup kental dituangkan ke dalam cetakan sampai terisi 1/3 bagian. Setelah agak dingin, sirup dituangkan lagi sampai penuh, dan gula ditunggu sampai mengeras dan dingin.
    4) Pengemasan. Gula aren yang telah mengeras dan dingin harus dikemas di dalam wadah tertutup sehingga terhindar dari uap air. Gula aren terkemas ini disimpan ditempat yang tidak panas, dan terhindar dari benturan.

5. KONTAK HUBUNGAN

Dewan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Industri Sumatera Barat, Jl. Rasuna
Said, Padang Baru, Padang, Telp. 0751 40040, Fax. 0751 40040  Jakarta, Januari 2001

Sumber : Teknologi Tepat Guna Agroindustri Kecil Sumatera Barat, Hasbullah, Dewan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Industri Sumatera Barat
Editor : Tarwiyah, Kemal

Dilestarikan, Tradisi Pengolahan Gula Aren Riau

Sumber: http://ptp2007.wordpress.com/2008/07/21/dilestarikan-tradisi-pengolahan-gula-aren-riau/; 17 Juni 2006 5:14:43 AM

MASYARAKAT Desa Huta Kaiti, Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokanhulu, Riau dikenal sangat handal dalam memproduk gula aren dengan rasa lebih enak dan lebih manis dibandingkan produk dari daerah lain. Hal ini konon disebabkan masyarakat setempat memiliki cara tersendiri dalam mengolah gula aren itu menjadi produk yang siap dipasarkan. Konon juga cara-cara yang mereka miliki itu merupakan peninggalan nenek moyang mereka yang terus dipertahankan hingga sekarang.

Desa Huta Kaiti memang tidak bisa dilepaskan dari produk gula aren yang memiliki aroma dan rasa yang khas. Industri gula aren di desa ini dikelola oleh masyarakat dengan usaha keluarga. Maka, jangan heran jika disamping dapur rumah penduduk terdapat dapur pengolahan gula aren. Dari dapur-dapur inilah, penduduk menghasilkan gula aren yang berkualitas tinggi itu.

Cara-cara tradisional yang digunakan masyarakat Desa Huta Kaiti dalam membuat gula aren ini diantaranya dapat dilihat dari bentuk dan kemasannya. Bila biasanya gula aren ini dikemas dengan mempergunakan plastik dan kemudian dimasukkan dalam kotak-kotak karton yang sudah diberi lebel atau merek. Namun gula aren yang diproduksi masyarakat Desa Huta Kaiti cukup dikemas dengan daun pisang kering.

Barangkali karena dibungkus dengan daun pisang kering inilah, produk gula aren itu bisa lebih awet dan tidak berubah rasa walaupun dalam jangka waktu lama. Soalnya daun pisang itu selain berfungsi sebagai pembungkus, juga dapat berfungsi sebagai bahan mengering atau pencegah kelembaban. Jadi walaupun disimpan berlama-lama, gula aren yang dibungkus dengan daun pisang dapat terus dalam kondisi kering.

Alat yang digunakan untuk mengolah daun pisang itupun juga sangat sederhana. Untuk menampung air gula yang diambil dari batang aren digunakan batang bambu (buluh) dengan panjang sekitar satu meter. Air gula itu setelah tertampung keseluruhannya dimasukkan kedalam kancah (kuali besar) untuk siap dimasak. Besarnya api untuk memasak juga tidak sembarangan. Masyarakat Desa Huta Kaiti mengerti sekali beberapa besarnya api dalam memasak gula aren itu.

Setelah cairan gula aren sudah mengental dan berwarna kehitam-hitaman, siap untuk dicetak ke dalam cetakan yang terbuat dari tempurung kelapa dan ada pula dari batang bambu. Disini dibiarkan hingga benar-benar mengeras. Setelah keras, dikeluarkan dari cetakan dan siap dikemas dengan mempergunakan daun pisang. Daun pisang yang dipergunakan bukannya yang masih hijau, tapi yang sudah tua dan berwarna kecoklat-coklatan.

Munir (54) salah seorang pembuat gula aren di Desa Huta Kaiti itu mengatakan, setiap hari (pagi dan sore) dia menyadap tangkai buah aren untuk mendapatkan air gula. Pukul 15.00 Wib dia mulai memasaknya dan sore harinya gula aren itu sudah siap dikemas. Setiap hari, ayah dari 3 orang anak ini mampu menghasilkan paling sedikitnya 3 kilogram gula aren.
Gula aren yang sudah dikemas dengan bentuk yang sangat spesifik itu kemudian dikirim ke rumah Rifaldi Nasution (46), seorang juragan gula aren di desa ini. Sebagai Ketua Himpunan Pemuda Reformasi Huta Kaiti, Rifaldi memang merasa bertanggungjawab dalam memasarkan gula aren yang diproduk masyarakat desanya.

KARENA itu berapapun banyaknya produk gula areal dari masyarakat ditampungnya. Bahkan tidak hanya itu saja, Rifaldi senantiasa menjaga harga gula aren ini, sehingga masyarakat mendapatkan harga yang layak dan pantas. “Walaupun stok gula aren di pasarannya banyak, namun sampai saat ini harga jual gula aren di tingkat masyarakat tidak pernah anjlok. Bahkan saya akan berusaha terus bagaimana agar harga gula aren ini terus mengalami kenaikan,” ujarnya belum lama ini di Desa Huta Kaiti.

Salah satu usaha yang dilakukannya adalah mengemas lagi gula aren yang diproduk masyarakat itu dengan bentuk yang lebih menarik dan meningkatkan kualitasnya. Namun begitu dia tidak akan meninggalkan ciri aslinya, yakni mempergunakan daun pisang kering. “Alhamdulillah dengan usaha-usaha yang saya lakukan ini, harga gula aren yang dulunya Rp3 ribu per kilogram, kini sudah menjadi Rp4.500 per kilogram,” ungkapnya dengan bangga.

Rifaldi menjelaskan, pengolahan gula aren di desanya ini sudah berlangsung sejak ratusan tahun yang lalu. Cara yang digunakan untuk mengolah gula aren itu juga tidak pernah berubah. Sejak dulu yang digunakan masyarakat tidak pernah berubah sampai sekarang. Seakan-akan cara pengolahan gula aren yang sangat sederhana ini terus dilestarikan hingga sekarang.
Dari pengolahan gula aren ini, Rifaldi pernah memperoleh penghargaan peringat juara harapan kedua dari Gubernur Riau Saleh Djasit yakni penghargaan Adi Karya pada tahun 2001 lalu. Bersamaan dengan itu pula, Himpunan Pemuda Reformasi yang dibinanya mendapatkan pinjaman modal sebesar Rp 5 juta dari Disperindag Rokanhulu yang pencicilannya dilakukan setiap bulannya.

Rifaldi saat ini sudah bisa memanfaatkan tenaga pemuda yang menganggur di desanya sebanyak tujuh orang. Para pemuda yang dipekerjakannya itu bertugas mengepak gula aren itu untuk kemudian mengirimnya ke berbagai tempat, seperti ke Pekanbaru, Medan dan Malaysia. “Khusus untuk ke Malaysia, permintaannya dari waktu ke waktu terus mengalami lonjakan. Ini yang sangat mengembirakan kami,” ujarnya.

Banyaknya orang menyukai gula aren dari Desa Huta Kaiti ini, menurut dia, disebabkan pengolahannya hanya mempergunakan teknologi tradisional peninggalan nenek moyang, tanpa mempergunakan bahan pengawet atau bahan lainnya. Karena itu dia bertekad akan terus mempertahankan tradisi pembuatan gula aren yang sampai kini masih tetap digunakan masyarakat di desanya itu.

“Saya memang sudah bertekad tradisi pembuatan gula aren yang digunakan masyarakat Huta Kaiti ini akan terus dilestarikan di sepanjang masa, karena tradisi ini telah membuat gula aren produksi masyarakat Huta Kaiti dikenal banyak orang,” ujarnya. Bahkan pihaknya saat ini sedang menjajaki kemungkinan pemasaran gula aren itu sampai ke manca negara, seperti Amerika Serikat dan negara-negara Eropa.(adrizas)

Diva’s Palm Sugar

Sumber: http://arengasugar.multiply.com/Nov 4, ’07 5:19 AM

Diva's Palm Sugar

Diva’s Palm Sugar termasuk dalam kategori green products yaitu barang-barang yang diproduksi dari sumber alam secara efisen dan minimal efek negatifnya terhadap lingkungan. Bersemboyan All Purpose Natural Sweeterners, Diva’s Palm Sugar terbuat dari nira aren yaitu cairan manis yang dipanen dari tandan bunga jantan aren liar ( wild arenga pinnata), tidak menggunakan pupuk kimiawi, dan tidak membahayakan ekosistem dan populasi tanaman itu sendiri sekalipun niranya disadap sepanjang tahun.

Masih ada ada alasan lain mengapa Diva’s Palm Sugar patut mendapat reputasi sebagai gula sehat alami. Proses pembuatannya hanya melalui sistem pemanasan tungku tanpa perlu menambahkan zat-zat kimia atau bahan-bahan tambahan lain seperti halnya gula putih. Dengan begitu kandungan vitamin dan mineral dalam karamelnya yang lembut relatif masih utuh.

Menurut literatur selain karbohidrat dan sakarosa, palm sugar mengandung protein dengan beberapa asam amino berkualitas cukup baik, yaitu leusin, lisin, asam aspartat, dan asam glutamat. Leusin dan isoleusin merupakan asam amino esensial yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan anak-anak dan menjaga keseimbangan nitrogen pada orang dewasa..

Manusia tidak bisa memproduksi vitamin di dalam tubuhnya, oleh karena itu diperlukan intake vitamin yang berasal dari bahan makanan. Sebagai pemanis palm sugar bisa dijadikan salah satu alternatif menguntungkan dalam memperoleh asupan tambahan vitamin. Vitamin – vitamin yang terdapat dalam palm sugar adalah kombinasi dari vitamin A, B1 ( tiamin), B2 ( riboplavin), dan vitamin C.

Palm sugar juga kaya akan garam-garam mineral terutama kalium (K) yang berfungsi sebagai pembentuk aktivitas otot jantung dan magnesium (Mg) yang berfungsi sebagai pembentuk sel darah merah berupa zat pengikat oksigen dan hemoglobin. Mineral lainnya adalah kalsium ( CA) atau disebut juga zat kapur, mineral yang mberfungsi dalam membentuk tulang dan gigi serta perannya yang besar dalam vitalitas otot tubuh.

Untuk menjawab kebutuhan pasar Diva’s Palm Sugar menawarkan 2 jenis produk:
1. Gula aren ( merah ) berbentuk serbuk atau butiran-butiran gula kristal kering dalam kemasan alumunium sachet 225 gram untuk retail dan woven plastic bag 25 kg untuk kebutuhan industri dan reseller.

2. Gula aren cair ( liquid palm sugar ) dalam kemasan botol kaca 650 ML untuk retail dan jerigen besar yang ukurannya tergantung permintaan pelanggan.

Dunia senantiasa bergerak ke arah efisiensi. Begitu pula penggunaan Diva’s Palm Sugar sangat praktiks dan tidak bertele-tele. Kebutuhan akan gula aren sekarang tidak perlu lagi dengan mengiris, mencincang, mencairkan kemudian menyaring. Dapat disimpan sampai dua tahun tanpa mengalami perubahan rasa dan warna jika tertutup rapat.
— Evi

Palm Sugar, Gula Organik– Pasarnya Kian Besar

Sumber: Artikel dari Majalah Wirausaha dan Keuangan Oct 29, ; http://arengasugar.multiply.com/journal/item/75/Palm_Sugar_Gula_Organik–_Pasarnya_Kian_Besar

http://www.majalahwk.com/h24.html

Trade Expo 2007

Palm Sugar, atau yang lebih dikenal oleh masyarakat sebagai gula aren kini sudah dapat dibeli dengan kemasan yang unik dan higienis. Palm sugar kini juga tersedia dalam bentuk kristal atau atau butiran pasir ini merupakan gula organik, yang menyehatkan.

Jenis gula ini, kini merupakan gula yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat Eropa bahkan Jepang. Sementara masyarakat Indonesia sebagai produsen Plem Sugar sangat jarang menggunakannya.

Banyak orang Jepang yang mengatakan bahwa gula aren ini merupakan gula organik paling dicari masyarakat Jepang. Berdasarkan literatur, gula aren organik sangat baik bagi kesehatan dibanding dengan gula yang sudah diputihkan. Gula aren organik kini tersedia di toko atau supermarket, dengan berbagai merek, dan permintaan produk ini dari hari terus mengalami peningkatan.

Gula aren kini tersedia dalam bentuk curah, dan kemasan. Juga tersedia gula aren cair yang dikemas dalam botol 650 ml yang praktis digunakan untuk menemani makan . cendol, serabi, atau wedang jahe. Gula aren cair ini tinggal dituangkan ke dalam cendol atau wedang jahe dan diaduk cepat langsung terasa manfaatnya.

Peluang yang besar inilah yang mendorong Indrawanto (46) untuk memulai berbisnis Palm Sugar. “Saya tertarik menggeluti usaha gula organik ini karena karena pasarnya cukup baik, terutama sejak isu mengenai bahan makanan sehat mulai bergema kembali,” ujar lulusan ISTN, Jakarta ini.

Menurutnya, kini gula organik sudah menjadi kebutuhan pangan yang akan benar-benar meningkat pesat dimasa yang akan datang. Meskipun saat ini gula organik ini masih belum memasyarakat, namun sebenarnya masyarakat Indonesia justru produsen terbesar jenis produk ini.

“Memang agak sulit kalau kita cerita tentang gula organik ini. Jangankan gula organik, gula aren yang berbentuk kristal atau gula semut atau palm sugar orang sering mengatakan nggak kenal. Yang kita kenal itu hanya gula aren yang berbentuk gula cetak saja,” ujarnya .
Bisnis Berpeluang Besar.

Meski semula hanyalah bisnis kecil-kecilan, namun karena potensinya besar, maka bisnis Palm Sugar inipun cukup memiliki prospek yang baik.

“Waktu pertama kali saya memproduksi dan saya perkenalkan kepada orang asing ternyata mereka bilang bahwa gula inilah yang dicari mereka saat ini. Bahkan saya pernah ditelepon orang Jepang dan mereka mengatakan mau membeli produk saya karena Palm Sugar atau gula aren ini merupakan gula organik dan termasuk produk organik yang cukup mahal di Jepang. Sejak itulah saya yakin bisnis saya akan berkembang,” ujarnya.

Berbekal dari potensi itulah, Indrawanto mencoba mengembangkan beberapa produk Palm Sugar dan menawarkannya ke beberapa perusahaan/industri, semisal perusahaan katering, perusahaan industri jagung manis, perusahaan makanan, perusahaan bakery, dan perusahaan lain yang terkait dengan penggunaan gula, khususnya gula organik.

Saat ini Indrawanto, dengan mendirikan CV Dipa Maju Bersama, mampu memproduksi tak kurang dari 20 ton palm sugar dalam sebulan. Pasar produk ini tumbuh sangat baik, namun kemampuan produksi yang masih terbatas.

“Saya bahkan harus bekerjasama dengan 300 petani di wilayah Banten dan Jawa Barat untuk mensuplay kebutuhan Palm Sugar. Saya memilih Banten dan Jawa Barat karena faktor jarak dimana saya harus mengontrol proses produksi di lokasi tersebut,” cetusnya.

Saat ini dengan memberikan sentuhan kemasan yang lebih marketable, penjualan Palm Sugar yang diproduksi Indrawanto memberikan harapan yang membanggakan.

“Marketnya sekarang semakin berkembang. Di hotel-hotel di dunia kini pasti selalu menyediakan gula putih dan merah dalam set menu di restorannya. Ini menandakan gula merah atau palm sugar sudah mendunia dan menjadi kebutuhan.

Memang produk saya sendiri tidak langsung masuk ke hotel-hotel tersebut dan bahkan di hotel-hotel dunia, namun beberapa perusahaan yang saya supplay dan mereka mengemasnya dalam sachet-sachet kecil untuk dikirim ke hote-hotel terebut,” ujarnya.

Saat ini harga palm sugar curah dijual Rp10ribu per kg, dengan kadar kekeringan tertentu. Palm sugar dalam kemasan sachet dijual Rp5 ribu, sedangkan dalam kemasan botol berbentuk cair dijual dengan harga Rp15ribu per botol.

Indrawanto berharap suatu saat ia ingin melakukan ekspor sendiri palm sugar ini, karena palm sugar produksi Indonesia sebenarnya sangat banyak dicari oleh konsumen manca negara.
Dengan enam orang karyawannya, ia kini bekerja sama dengan petani produsen palm sugar yang membuat produk palm sugar setengah jadi dan selanjutnya ia yang mengolahnya, dan melakukan packaging dengan mesin.

“Sekiranya pemerintah aktif membantu pengusaha kecil untuk mengembangkan palm sugar ini saya yakin manfaatnya bagi petani aren akan sangat besar,” ujarnya.
Anda berminat bekerja sama dalam bisnis ini, hubungi telepon 021-70882420, 0819 3241 8190 n

GULA MERAH YANG TERSISIHKAN

Sumber: http://foragri.blogsome.com/gula-merah-yang-tersisihkan/

gula merah

Beberapa waktu yang lalu di media massa ramai dibicarakan ihwal impor raw sugar (gula pasir cokelat) yang dijual sebagai gula pasir konsumsi. Padahal raw sugar masih harus diproses lebih lanjut sebelum bisa dikonsumsi sebagai gula pasir putih. Agroindustri gula pasir kita memang merosot jauh dibanding dengan zaman Hindia Belanda dulu. Mengapa? Karena sebagian besar perkebunan tebu kita berada di pulau Jawa. Lahan-lahan tebu tersebut merupakan sawah berpengairan teknis yang sebenarnya terlalu mahal untuk ditanami tebu. Kebun-kebun tebu lahan kering yang mulai dikembangkan di luar Jawa, misalnya di Lampung dan Kalsel, masih belum bisa menggantikan peran kebun-kebun tebu di pulau Jawa. Meskipun tanaman tebu berasal dari Indonesia dan sudah mulai dibudidayakan secara monokultur sejak sebelum kedatangan bangsa kulit putih, namun saat ini agroindustri gula pasir lebih dikuasai oleh India, RRC dan Australia. Sebab ternyata tebu yang tanaman tropis itu, justru bisa tumbuh optimal di kawasan yang panjang harinya sampai 17 jam. Faktor pengelolaan budidaya dan pasca panen juga ikut berperan terhadap merosotnya agroindustri gula tebu di pulau Jawa.

Sebenarnya Indonesia masih memiliki banyak komoditas yang bisa menghasilkan bahan gula. Mulai dari kelapa, aren, lontar dan nipah. Bisanya masyarakat menyadap tanaman jenis palma ini untuk mendapatkan air niranya. Selain untuk minuman ringan maupun minuman keras (tuak, saguer, cap tikus dll), nira juga merupakan bahan gula merah. Cairan manis ini setelah direbus secara tradisional sampai kental, dicetak dan dipasarkan sebagai gula merah atau gula jawa. Tanaman aren (enau) sebagai salah satu penghasil nira di pulau Jawa, populasinya sudah sangat menyusut. Penyebabnya adalah penebangan pada usia remaja untuk diambil patinya. Penyadapan kelapa juga terbatas dilakukan oleh masyarakat di Jawa Tengah bagian selatan. Sementara penyadapan lontar dilakukan oleh masyarakat Jawa Timur bagian utara, sampai ke NTT. Gula merah atau palm sugar, sebenarnya memiliki potensi ekspor yang cukup kuat. Namun yang diminta oleh konsumen luar negeri adalah palm sugar dalam bentuk kristal yang disebut gula semut. Bukan gula merah biasa yang dicetak dalam tempurung atau buluh bambu. Pemerintah melalui Deperindag pernah melakukan pembinaan terhadap para perajin gula merah di Kab. Banyumas (Jateng) dan Ciamis (Jabar), untuk bisa memproduksi gula semut. Tetapi hasilnya masih belum bisa memenuhi permintaan eksportir.

gula merah1

Selain pasar dalam bentuk gula semut, yang juga membutuhkan gula merah adalah pabrik kecap. Namun karena kurangnya pasokan gula aren, kelapa dan lontar, maka industri kecap mengalihkannya ke gula marah dari tebu. Industri gula merah dari tebu ini antara lain bisa dijumpai di Kab. Kendal, Demak, Purwodadi serta beberapa tempat lain di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Tebu rakyat bebas (untuk membedakannya dengan tebu PTPN dan perkebunan swasta), setelah dipanen akan diolah sendiri oleh masyarakat. Penggilingan tebu dilakukan di tengah areal tanaman dengan gilingan sederhana yang digerakkan oleh sapi atau kerbau yang berjalan berputar-putar. Air tebu lalu direbus di tempat itu juga dan dicetak dalam buluh-buluh bambu. Gula merah tebu inilah yang akan memasok pabrik-pabrik kecap di seluruh Indonesia. Kadang-kadang produsen gula merah tebu ini ada pula yang nakal. Mereka mencetak gula merah mereka dalam cetakan tempurung kelapa, membungkusnya dengan daun aren dan memasarkannya di sentra-sentra penghasil gula aren. Pembeli yang tidak jeli akan terkecoh dan menganggap gula merah tebu itu sebagai gula aren. Padahal, dari aroma, rasa (tingkat kemanisan) serta teksturnya, mereka yang telah berpengalaman bisa dengan sangat mudah membedakan mana yang gula merah dari tebu, mana yang gula aren, kelapa atau lontar. Selama ini nipah belum lazim disadap niranya. Selain karena lokasinya yang sulit (di rawa-rawa), hasil nira nipah relatif rendah jika dibandingkan dengan kelapa, lontas dan aren.

Dari empat jenis palma potensial ini, yang nilai ekonomisnya paling tinggi adalah aren. Namun usia produktif aren semenjak tanam berkisar antara 8 sampai 12 tahun. Artinya, semenjak ditanam berupa bibit semai setinggi 1 m, sampai siap tebang (untuk diambil patinya) atau tumbuh bunga jantan pertama, akan memakan waktu antara 8 sampai dengan 12 tahun. Bunga aren yang disadap niranya adalah bunga jantan yang akan tumbuh mulai dari ruas paling atas secara terus menerus sampai ke ruas yang paling bawah. Sementara bunga betinanya yang menghasilkan buah kolang-kaling hanya tumbuh pada ruas-ruas paling atas. Usia produktif aren sebagai penghasil nira bisa mencapai 10 tahun lebih. Usia sadap satu malai bunga bisa sampai 6 bulan. Panjang pendeknya usia sadap aren, ditentukan oleh panjang pendeknya tangkai bunga jantan, ketajaman pisau sadap dan kepiawaian penyadap dalam menyisir tangkai bunga. Tangkai bunga sepanjang 60 cm misalnya, apabila diiris setebal 1,5 mm setiap kali sadap pagi dan sore (per hari 3 mm), akan bisa terus menghasilkan nira selama 600 (mm) : 3 (mm) = 200 (hari) atau selama 6,6 bulan. Tetapi kalau penyadap kurang terampil atau golok sadap kurang tajam hingga irisan mencapai ketebalan 0,5 cm setiap kali sadap, umur produktif tangkai bunga itu akan makin pendek. Bahkan ada kemungkinan tangkai bunga itu akan mati sebelum habis tersadap.

Setiap kali sadap selama 12 jam, tangkai bunga aren mampu menghasilkan nira sebanyak 5 liter. Volume hasil nira ini akan meningkat pada musim penghujan, namun rendemennya rendah. Pada musim kemarau hasil nira akan menurun tetapi rendemennya tinggi. Beda dengan aren, pada tanaman kelapa, lontar dan nipah, yang disadap adalah malai bunganya yang diikat. Hasil sadapan satu malai bunga kelapa maupun lontar paling banyak hanyalah 2 liter. Nipah lebih rendah lagi, yakni hanya sekitar 1 liter tiap malai bunga tiap kali sadap. Proses penydapan dan pengambilan nira aren juga lebih mudah. Sebab bunga jantan tersebut tumbuh langsung pada ruas batang mulai dari yang paling atas trus sampai ke bawah. Hingga pada bunga terakhir menjelang tanaman aren mati, praktis penyadapan bisa dilakukan tanpa harus memanjat. Pada kelapa dan lontar, makin tua umur tanaman, proses penyadapan akan makin sulit karena ketinggian pohon akan terus bertambah. Lebih-lebih penyadapan kelapa dan aren harus dilakukan dengan naik ke atas pelepah dan tajuk pohon tersebut. Karenanya. potensi aren sebagai penghasil gula merah dan sekaligus kolang-kaling, sebenarnya sangat besar. Potensi ini tidak pernah tertandingi oleh kelapa maupun lontar, lebih-lebih nipah. Sementara potensinya sebagai penghasil tepung, bisa diambil alih oleh ganyong. Kualitas tepung aren kurang lebih setara dengan tepung ganyong.

Untuk mempermudah pemanjatan aren, para penyadap memasang tangga berupa satu bambu betung atau bambu besar lainnya yang sudah diberi takikan untuk injakan kaki (sligi). Bambu itu diikatkan secara permanen pada batang aren yang akan disadap. Pada lontar dan kelapa, pemanjatan dilakukan secara langsung pada batang bersangkutan. Pemanjatan langsung pada batang aren sulit dilakukan karena ukurannya yang besar dan terksturnya yang sangat kasar. Mula-mula bunga yang akan disadap dibersihkan dari seludang. Pada tanaman aren, bunga yang keluar pertama kali masih berada pada celang-celah pelepah daun yang juga terbalut ijuk. Pelepah daun dan ijuk itu harus terlebih dahulu dibuang, demikian pula dengan seludang bunga. Setelah itu malai bunga diikat, tangkau bunga dipukul-pukul menggunakan palu kayu sambai sekali-kali seluruh malai itu diayun-ayun. Proses ini dilakukan menjelang bunga mekar. Kalau perlakuan ini dilakukan lebih dini, hasil niranya akan sedikit. Sebaliknya apabila bunga terlanjur mekar, niranya sudah berkurang pula. Tepat menjelang bunga mekar, seluruh malai dipotong dan hanya disisakan tangkainya. Bekas potongan dibalut dengan kain atau karung dan diikat. Pada hari berikutnya ujung potongan itu diberi buluh bambu betung (lodong) sebagai tampungan air nira yang akan terus-menerus menetes.

Pada penyadapan kelapa dan lontar, prosesnya agak berlainan. Setelah dilakukan pembersihan seludang, pemukulan tangkai serta pengayunan seluruh malai, pemotongan dilakukan mulai dari ujung malai yang sudah diikat. Selanjutnya pada bekas potongan itu diikatkan lodong sebagai penampung nira. Lodong pada penyadapan aren terdiri dari sekitar 3 buluh bambu. Sedangkan pada kelapa dan lontar cukup satu ruas bambu. Sekarang penyadap kelapa sudah banyak yang meninggalkan lodong bambu dan beralih ke jerigen plastik. Ke dalam lodong maupun jerigen tersebut, setiap kali penyadap akan memasukkan kapur, potongan empelur kayu nangka, buah manggis muda atau daunnya sebagai “laru”. Fungsi laru ini selain untuk mencegah nira menjadi masam, juga untuk membantu proses penggumpalan gula setelah nantinya dilakukan perebusan nira. Penyadapan dilakukan dua kali sehari, pagi dan sore. Caranya, lodong yang telah berisi nira diangkat, malai kelapa dan lontar atau tangkai malai pada aren diiris tipis setebal 1,5 sampai 2 mm dan lodong kosong yang telah diberi laru dipasang. Demikian seterusnya pagi dan sore sampai malai bunga kelapa dan lontar atau tangkai malai aren habis terpotong pisau sadap. Kalau satu tangkai malai aren bisa disadap terus-menerus sampai 6 bulan, maka pada kelapa dan lontar, malai bunga akan habis dalam waktu sekitar 2 bulan. Selanjutnya penyadap akan menunggu keluarnya bunga berikutnya. Pada tanaman aren, kadang-kadang dalam satu batang keluar bunga jantan secara bersamaan. Hingga dalam satu batang itu dilakukan penyadapan dua malai bunga sekaligus.

Proses perebusan nira sampai bisa digumpalkan menjadi gula merah memakan waktu cukup lama. Nira yang diturunkan pagi hari dan langsung direbus, baru akan bisa dicetak pada sore hari sekitar pukul 4 sampai 5 sore. Karenanya, nira yang diturunkan sore hari, biasanya hanya direbus sampai mendidih beberapa saat, untuk mencegah agar tidak menjadi masam (menjadi cuka). Nira hasil sadapan sore tersebut akan dijadikan satu dengan hasil sadapan pagi hari dan direbus seharian untuk dicetak pada sore harinya. Gula merah yang dipasarkan di kota-kota besar di Jawa, pada umumnya merupakan gula tebu. Bukan gula aren, kelapa atau lontar. Kecuali gula merah yang dipasarkan di kawasan pedalaman yang tidak ada tanaman tebunya, namun populasi aren, kelapa dan lontarnya masih banyak. Misalnya di kawasan Banten selatan (aren), Banyumas, Ciamis (kelapa), Tuban dan Gresik (lontar). Namun kita haruis berhati-hati kalau membeli minuman nira. Di Jakarta dan Bogor kita sering menjumpai penjaja nira aren yang memikul lodong. Di sepanjang jalur jalan raya Tuban – Gresik, banyak sekali dijajakan nira lontar dalam jerigen. Nira-nira tersebut umumnya sudah dicampur dengan air gula bahkan banyak pula yang diberi sakarin untuk menambah kemanisannya. Kalau kita ingin menikmati mani dan harumnya nira aren, kelapa atau lontar asli, harus membeli langsung ke penyadapnya yang baru saja menurunkan lodong dari phonnya. (F.R.) * * *

52 Comments »

  1. Saya punya gula aren dan siap mensupplai minimal 3000 kg perbulan. Bagi yang berminat silahkan hubungi ke alamat :
    Jln.sari Wates Indah I, RT.02/13 Antapani Kidul
    Antapani-Bandung. 40291 Tlp.022-72248388
    Email : Tyusuf248@gmail.com

    Comment by Kurdiat K.Wihardjo — November 2, 2010 @ 8:00 pm

  2. saya ingin membuka usaha gula aren skala rumah tangga.seandainya bisa tolong kirim proposal kelayakan usahanya.terima kasih

    Comment by aslamiyah — November 16, 2010 @ 2:55 am

  3. saya punya gula aren dengan posisi di jawa tengah, kapasitas produksi minimal 5 ton/bulan.
    bagi yang berminat untuk kerjasama bisa menghubungin 085726045000/081226364475

    Comment by anton — January 27, 2011 @ 7:50 pm

  4. SAYA PUNYA PRODUK GULA PALM SERBUK BUTIR KIRA-KIRA PER BULAN 500-1000KG BISA HUBUNGI KUALITAS BERSAING DAPAT BEKERJASAMA HUB KAMI DIJAKARTA 08129070471 DALAM KEMASAN 1/2KG ATAU DISESUAIKAN DENGAN PERMINTAAN

    Comment by PARDI — February 7, 2011 @ 9:22 am

  5. kami punya usaha gula palm semut sudah berbadan hukum dan ijin depkes sementara kami pasarkan untuk pasar tradisional apabila ada yg ingin bekerja sama dapat menghubungi kami melalui 08129070471 PARDI, sementara kami kemas plastik 1/4 kg dan kemas per katon berisi 100 ktg plastik serta dicantumkan merk dan ijin depkes

    Comment by PARDI — February 7, 2011 @ 8:02 pm

  6. Gula semut aren memang mantap, kita juga pake utk bahan baku produk RGC

    Comment by red ginger corner — February 8, 2011 @ 3:40 am

  7. dijual gula merah,ferdi di 085649842128 atau gula kelapa, atau GULA AREN hubungi saya ferdi di 085649842128

    Comment by ferdi — May 9, 2011 @ 8:11 am

  8. Daerah kami merupakan sentra gula aren di Sulawesi Selatan, ratusan pengrajin gula aren di desa kami. Tidak kurang dari 50 ton perhari gula diproduksi. Jika ada mitra yang berminat menjalin kemitraan, silahkan hubungi kami di website umpungeng.Salam Indonesia.

    Comment by Umpungeng — September 11, 2011 @ 9:28 pm

  9. cara ordernya

    Comment by har — December 4, 2011 @ 7:38 am

  10. Saya dari Cv. Harapan Djaya sedang membutuhkan Brown dan Red Segar Bubuk bila ada yang memproduksi untuk wilayah Tangerang n sekitarnya bisa kirim penawaran harga melalui email yoehistirtawijaya@yahoo.com atau contact person anda dan saya akan menghubungi anda. Terima Kasih dan saya tunggu secepatny

    Comment by Yoehistirta Wijaya — December 25, 2011 @ 5:34 am

    • jika msh butuh gula semut aren bs hubungi sy di 087772516100
      ready stok

      Comment by syefanil — March 17, 2014 @ 11:51 pm

  11. [...] http://arenindonesia.wordpress.com/produk-aren/gula-aren/ Share this:TwitterFacebookLike this:LikeBe the first to like this post. [...]

    Pingback by Tentang Gula Semut Aren « JUAL GULA AREN ASLI KUALITAS ISTIMEWA — February 12, 2012 @ 11:24 pm

  12. saya punya tapi bukan bubuk, gula aren butiramailto:yoehistirtawijaya@yahoo.comn ,langsung dari petani aren di daerah garut , kalo anda masih membutuhkan silakan kontak no hp saya, 08986116307. !!

    Comment by kevin — February 13, 2012 @ 1:12 am

  13. saya mau jual gula semut,harga partai 17000/kg

    Comment by m.hasan basri — March 12, 2012 @ 7:11 am

  14. saya mau jual gula semut,harga partai 17000/kg.bandrekharuman@yahoo.co.id

    Comment by m.hasan — March 12, 2012 @ 7:14 am

    • Saya punya gula aren dan siap mensupplai. Bagi yang berminat silahkan hubungi ke :

      Tlp.087823426758
      Email : yandimazz@yahoo.co.id

      Comment by yandi — March 21, 2012 @ 1:00 am

  15. Berminat gula aren dari Jogja
    lihat saja gambar gula aren

    Comment by sata — April 25, 2012 @ 10:20 pm

  16. ada yang berminat gula aren daerah bandung hubungi 087822034403
    trima kasih
    kmi tnggu pesanan.y

    Comment by yayat hidayat — May 14, 2012 @ 2:26 am

  17. Sepertinya mustahil gula aren bisa menggantikan gula tebu menjadi gula rakyat, karena harganya terlalu mahal, kecuali kalo sama mahalnya dengan gula tebu atau agak lebih murah lagi, padahal penanamannya sangat menghemat lahan.

    Comment by Asep — May 19, 2012 @ 7:53 pm

  18. kebanyakan no hp smua tdk bisa di hubungi,sebenarnya niat nggak sih usaha.klau hp nggak bisa di hubungi di forum ini mending di hapus aja menyusahkan orang,aja

    Comment by no name — June 3, 2012 @ 7:03 pm

    • Hubungi saya bila bapak / ibu membutuhkan pasokan gula aren,contact person saya 087731445823, trims.

      Comment by usman susanto — March 16, 2014 @ 10:53 pm

    • Saya mempunyai gula aren asli..kualitas terjamin….minat hub: 082272013022

      Comment by heri ahmadi — July 7, 2014 @ 7:01 pm

  19. Sedia gula aren untuk skala besar, kapasitas produksi min 1 ton/bulan, max 5 ton/hari utk yang serius silahkan hub Ary 085721264302 disertai dengan surat permintaan langsung dari buyer. Harga dibuka pada kisaran Rp.16.000-Rp.21.000 Franko gudang penjual, pemesanan minimal 1 ton. Pembayaran cash dimuka. Lokasi Jawa Barat. untuk sementara hanya melayani buyer dari Jawa Barat.

    Comment by Ary — June 4, 2012 @ 2:26 am

  20. saya juga puny gula aren , masalah kuwalitas boleh di adu ama yang lain. saat ini harga 14000 berminat 081310807713

    Comment by adi — June 5, 2012 @ 3:01 am

  21. Saya Menawarkan gula aren Harga Negosiasi kapasitas 10 ton/bln dan siap mensupplai. Bagi yang berminat silahkan hubungi ke :

    Tlp.081222804040
    Email : boyjoe85@gmail.com

    Comment by sijal art — October 15, 2012 @ 12:44 am

  22. saya punya Gula Aren, Gula Kelapa, pisang da hasil bumi lainnya, untuk harga bisa di atur bagi yang serius membutuhkannya
    yang berminat silahkan hubungi Gudang kami di:
    0225893916 (Gudang)
    082126739192 (Hp)

    Comment by ahmad sutana — October 28, 2012 @ 3:13 am

    • Saya dari Cianjur merupakan daerah sentra gula merah saat ini membutuhkan kerjasama untuk pengembangan usaha…. yang ingin bermitra bisa hubungi saya 085624096934

      Comment by Tayep Suparli — November 3, 2012 @ 1:28 am

  23. Kami pengumpul gula merah (gula aren) di wilayah Palopo Sulawesi Selatan, dijamin murni dan asli karna petani pembuat gula di kontrol terus, bagi yang berminat membli secara kontinu kami siap adakan kontrak kerjasama. stok min 1 – 6 ton / bulan bisa lebih tergantung permintaan. bisa nego sesuai kesepakatan bersama. hubungi 081242038935.

    Comment by hajat — October 30, 2012 @ 6:27 am

  24. Kami Butuh Gula Aren sebanyak 10 ton/ bulan.
    Tingkat Kebersihan 0 %.
    Harga sekarang (2012) mencapai berapa?
    No HP : 08164807658

    Comment by Hundiaryo — November 3, 2012 @ 2:36 am

  25. kami pengumpul gula aren wilayah makassar sulawesi selatan. harga 12.000 di lokasi bisa nego. stok 5 – 6 ton/bulan kualitas dijamin murni. berminat hubungi Hajat 081242038935. pembayaran ada uang ada barang..

    Comment by hajat — November 3, 2012 @ 8:34 pm

  26. Sy mencari gula semut aren untuk industri rumah tangga hubungi 081514450114 dgn agus

    Comment by agus — November 7, 2012 @ 7:50 am

  27. gula merah bayk disinyalir dicampurkan boraks dan deterjen, bgm dgn gula aren.. mhn saran

    Comment by vera — November 25, 2012 @ 7:48 pm

  28. dipasarkan gula aren semut, kering, basah, bisa hubungi 081222857455 atau datang ke alamat bumi panyileukan blok m1 no 8 bandung

    Comment by Nana Sudiana — December 11, 2012 @ 8:10 am

  29. kami pengumpul gula aren di suamtera utara (kaps 1 ton sd 5ton/mgg), gula aren kami dari tanaman aren liar, dijamin kualitasnya bagus, yang berminat kerjasama hub 081383538003

    Comment by Abdul Hanan Panjaitan — January 8, 2013 @ 12:00 am

  30. selamat siang saya aleks dari flores NTT.sangat berminat mengembangkan usaha ini.mohon dikirimkan proposal bisnisnya dan cara pembuatan gula semut secara sederhana.pohon lontar/siwalan didaerah kami sangat banyak.dan sangat berpotensi dan kalau bisa dibantu alamat konsumen gula semut.tks banyak atas bantuannya

    Comment by aleks — February 12, 2013 @ 10:08 pm

  31. kami pengumpul gula aren digarut kap.3ton/minggu
    minat ; 082315366447

    Comment by yandhi — February 19, 2013 @ 10:33 pm

  32. kami pengumpul dan memproduksi GULA SEMUT AREN, 100% murni tanpa bahan campuran (kap 5 Kwt/Minggu )
    Kemasan 25 kg atau sesuai dengan permintaan.
    Tasikmalaya bagian Selatan

    Hub : 082 315 212 547 Telkomsel
    085 793 520 080 Indosat

    Comment by Jack — March 6, 2013 @ 9:50 pm

  33. Saya berdagang gula aren, untuk pemasaran yang lebih banyak kemana bisa saya pasarkan, mohon saran dan kerjasama

    Comment by welina — March 27, 2013 @ 8:41 pm

    • sama donk saya juga punya usaha gula aren, kemana dunk masarinx.., yg produksinya sampai 5 ton perbulan kayaknya bohong deh…

      Comment by Oktaviani Dan Margono — April 14, 2013 @ 4:43 am

    • tolong kontak ke 085215784271 saya mau kerja sama. saya ada
      permintaan untuk expor sebanyak
      15 ton

      Comment by abidin — February 13, 2014 @ 9:00 pm

    • saya sedang butuh sebanyak banyaknya, kontak 0857.4237.0007

      Comment by hendra — February 15, 2014 @ 1:24 am

  34. terlalu banyak yg mau cari untung, tapi tidak profesional. he he he.

    Comment by ujang — April 30, 2013 @ 8:37 am

  35. Wira Usaha Gula Aren tidaklah semanis rasa gulanya, Distribusi Gula Aren sudah dikuasai Mafia Gula..Setahun yang lalu saya pernah mencoba menggeluti Bisnis Gula..Namun harga sudah dipermainkan mereka.. Padahal sebenarnya Masyarakat bisa makmur dengan membudidayakan serta memuliakan Pohon Aren.. Kebanyakan Petani Aren tidak merasakan manisnya hasil dari bisnis Gula, Harga terlalu ditekan..Apabila berminat memajukan Petani Aren sekaligus berbisnis Gula secara sehat silahkan bisa menghubungi kami : CV Panji Tani, Jln.Babakan Hanja 210 Majasetra,Majalaya, Bandung, email : rakeanbarangas@yahoo.com Phone : 085314544411-089694461513..Kami punya rekan-rekan Petani penghasil Gula Aren dari Daerah Talegong, Cisewu, Ranca Buaya -Garut..

    Comment by Anjar Rachman — June 17, 2013 @ 6:45 am

  36. kami memilki stok gula merah lempeng, gula merah cair gula cair dari pohon lontar. Alami tanpa pengawet dan pewarna , maksimal 1 ton per bulan.
    hubungi Artia farmer 085299342925.

    Comment by Artia farmer — July 5, 2013 @ 1:38 pm

  37. Salam Agromania

    AGROMANIA INDONESIA FORUM

    http://agromania.indonesianforum.net/

    MEDIA UNTUK SELURUH KOMODITI

    Sehubungan telah berdirinya AGROMANIA INDONESIA FORUM sebagai salah satu media online bertujuan untuk mempermudah perluasanan informasi produk komoditi agrobisnis di indonesia sektor pertanian, perkebunan, perternakan, perikanan, industri. Dan kami mengajak rekan-rekan agrobisnis semuanya untuk bergabung, berpartisipasi dalam forum ini. Silahkan pasang iklan penawaran jual beli produk agrobisnis andalan anda di Agromania Indonesia Forum semoga bermanfaat untuk bisnis anda.

    Silahkan bergabung bersama agromania indonesia forum GRATIS..!

    KUNJUNGI WEBSITE RESMI KITA
    AGROMANIA INDONESIA FORUM

    http://agromania.indonesianforum.net/

    SEMOGA BERMANFAAT UNTUK BISNIS ANDA

    VIDEO cara daftar ke AGROMANIA INDONESIA FORUM

    Fan Page AGROMANIA INDONESIA FORUM :

    http://www.facebook.com/pages/Agromania-Indonesia-Forum/602392089792820

    Group Facebook AGROMANIA INDONESIA FORUM :

    http://www.facebook.com/groups/346042148856388/

    Facebook Admin AGROMANIA INDONESIA FORUM :

    http://www.facebook.com/putra.bahri.37

    Twitter AGROMANIA INDONESIA FORUM :

    https://twitter.com/AgromaniaForum

    Comment by AGROMANIA INDONESIA FORUM — July 23, 2013 @ 7:36 am

  38. saya lagi mencari gula aren serbuk untuk wilayah jawa timur.untuk partai besar….hubungi saya di 083845730513

    Comment by anggoro — October 30, 2013 @ 6:05 am

  39. saya menyediakan gula aren murni, stock max 2ton/minggu, proses penempaan masih menggunakan cara konvensional. Juga menyediakan Madu Hutan Asli Sialang (hutan riau dan sumbar,bukan ternak), Cabe Rawit, Cabe Merah dalam skala besar.

    Syarat dan Ketentuan :
    *Madu dan Gula Aren untuk seluruh Indonesia/Luar Negeri
    *Cabe rawit dan Cabe merah HANYA menerima untuk daerah RIAU, MEDAN, dan JAMBI

    kontak :
    Email : radiliadi[at]gmail.com
    SMS (No Telp) : 0856-5826-8189
    Facebook : www[.]facebook[.]com/iPxBlashz
    Website : www[.]ar-sembilan[.]blogspo[.]com

    Comment by Adi Radili — November 6, 2013 @ 4:27 am

  40. Saya Atok W dari PT Metabisulphite Nusantara produsen Sodium Metabisulphite yang membantu para petani gula merah untuk memproduksi gula yg berkualitas dari segi warna, tidak mudah lembek dan aman. Utk informasi lebih lanjut bisa hub. kami di 081 333 119 391. Kami siap memberiakan cara yg benar pemakaian sodium metabisulphite sebagai pengganti Laru/Kawao. Produksi kami aman bersertifikat Halal dari MUI dan BPOM.

    Comment by Atok Witono — December 3, 2013 @ 5:53 pm

  41. Saya punya gula merah asli lampung, stok masih banyak, bentuk koin, harga murah Rp.15.000, (NEGO). posisi saya di tangerang dekat terminal kali deres,
    berminat hub 089646667416/08978022366

    Comment by Ardi mardianto — December 5, 2013 @ 5:03 pm

  42. Berbicara gula aren, berbicara kehidupan saya sehari – hari. Sejak usia 17 tahun sampai sekarang usia 64 tahun, orang tua saya sudah menggeluti usaha gula aren (bandar) di kampung. hal yang wajar jika saya ( anaknya) paham betul dengan gula tersebut. Di desa kami bisa terkumpul 5 sampai dengan 20 ton per minggu. Lokasi di jawa barat. Gula tidak pakai bahan pengawat, tidak memakai campuran, pohonnya tidak dipupuk, semuanya serba alamiah.Dikemas memakai daun kelapa atau daun pandang. 1 ikat ada 13 bonjor, 1 bonjor rata – rata 5 sd 8 gandu. 1 ikat rata – rata 6,5 Kg atau 1 bonjor 0,5 kg. Kami mengumpulkan langsung dari petani. Jika ada yang berminat kerjasama ( yang serius) saya bisa mengusahakannya. Sistem pembayaran COD. Diutamakan untuk wilayah Bandung dan Jakarta. Selama ini kami menjualnya ke Bandung. Hp. saya 0813.1777.8376 atau 0858.8188.8376.

    Comment by Huday Nurjaman, SIP.,MSi — February 20, 2014 @ 9:31 pm

  43. Dijual gula aren,
    Gula asli, tanpa bahan pengawet, tanpa bahan campuran, pohon tidak dipupuk ( 100 % ) alamiah
    Lokasi Jawa Barat
    Gula di kemas memakai daun kelapa atau daun pandan
    1 ikat ada 13 bonjor ( toros = bahasa sunda)
    1 Bonjor rata – rata 5 sd 8 gandu/ cetakan)
    Bentuk bulat seperti tabung
    Berat : 1 ikat rata – rata 6,5 sd 8 Kg
    1 Bonjor rata – rata 0,5 kg
    Desa kami bisa memproduksi 5 sd 20 ton per minggu
    Jika berminat serius untuk kerjasama secara kontinue dengan harga bersaing, kami siap. dengan sistem pembayaran COD
    Hp. 0813.1777.8376

    Comment by Huday Nurjaman, SIP.,MSi — February 20, 2014 @ 9:39 pm

  44. sy pnya link di asosiasi pembuat gula semut aren di Banten. skala prpduksinya cukup besar orderan sy aza 4ton/ pekan. jika punya link market yg lain blh di tawarkan k sy. 08777 251 6100

    Comment by syefanil — March 18, 2014 @ 12:35 am


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

The Shocking Blue Green Theme. Blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 34 other followers

%d bloggers like this: