Aren Indonesia

Penghijauan dengan Aren

BANDUNG KOTAKU HIJAU – Menanam Kesadaran Menjaga Lingkungan

Sumber: http://bandungadvertiser.com/Thursday, 28 August 2008

Jalanan dipenuhi dengan kendaraan yang tengah merayap. Di sisi kanan serta kiri jalan yang tak terlalu lebar itu puluhan pedagang kaki lima dengan seenaknya menggelar dagangan, menutupi hampir semua trotoar yang seharusnya menjadi hak pejalan kaki. Debu demikian jelas memendar dari aktifitas ratusan manusia tersebut. Jangankan menghirup udara segar, pepohonan pun begitu jarang terlihat. Tegalega, demikian daerah itu dinamai. Satu-satunya kesegaran yang bisa dijumpai di daerah ini mungkin hanya di sekitar Monumen Bandung Lautan Api yang dipenuhi oleh pepohonan nan rindang.

Dan di sanalah pada beberapa waktu yang lalu diselenggarakan sebuah event bertajuk “Bandung Kotaku Hijau”, sebuah event berwawasan lingkungan yang tampaknya memang sengaja mengambil tempat di salah satu wilayah berpolusi cukup tinggi di Kota Kembang, kontradiktif namun sekaligus menyentil dan menggugah kesadaran para pengunjung tentang betapa pentingnya menjaga lingkungan kota tempat tinggal.

Acara yang diselenggarakan oleh Republic of Entertainment sebagai event organizer dan berpusat di lapangan parkir barat Tegalega ini ditata sedemikian rupa. Venue didekor dengan menggunakan bahan baku bambu. Tidak hanya itu, seluruh arena Bandung Kotaku Hijau dikemas pula dengan desain outdoor yang sama untuk memberikan rasa nyaman dan sejuk di sekitar monumen Bandung Lautan Api, Bandung. Puluhan stand berdiri dengan nuansa kesegarannya masing-masing, mulai dari stand-stand para penjaja bunga, stand aktifis lingkungan hidup, sampai stand-stand dari beragam institusi pendidikan yang memajang bermacam peralatan ramah lingkungan seperti alat penjernih air dan lain sebagainya. Di samping itu, “Bandung Kotaku Hijau” mengadakan pula aneka workshop mengenai lingkungan.

Gelaran “Bandung Kotaku Hijau” sendiri resmi dibuka oleh Ketua BPLHD Kota Bandung, Nana Supriatna, yang diawali dengan penanaman enam buah pohon Patrakomala. Menurut Supriatna, Bandung sebenarnya masih sangat membutuhkan penghijauan karena Ruang Hijau Kota (RTH) di ibukota Jawa Barat ini masih sangat kurang, “Saya pribadi sangat apresiatif terhadap acara ini karena ini sejalan dengan visi Bandung Hijau yang terangkum di dalam 7 program kota Bandung,” lanjutnya kemudian.

Sesuai dengan tajuknya, event ini pun mengisi kegiatannya dengan berbagai aktifitas penghijauannya seperti kampanye lingkungan keliling kota Bandung dengan menggunakan kendaraan roda empat dan sepeda. Selain itu, aksi penanaman 8000 pohon dilakukan pula di empat penjuru Bandung. Bandung Barat, di kawasan Situ Ciburuy ditanam 2000 pohon Aren. Bandung Selatan, di kawasan Dayeuh Kolot ditanam sebanyak 2000 pohon Sukun. Bandung Timur, di kawasan Pasir Impun ditanam sebanyak 2000 pohon Mangga. Bandung Utara, di kawasan Punclut ditanam juga 2000 pohon Pinus.

Kegiatan penghijauan ini sendiri sebenarnya dimaksudkan untuk menanamkan kesadaran kepada semua lapisan masyarakat agar lebih peduli terhadap kondisi lingkungan, kepedulian terhadap lingkungan untuk masa depan anak bangsa. Dengan kata lain, “Bandung Kotaku Hijau” merupakan ajakan kepada semua pihak untuk mulai memperhatikan lingkungan secara nyata melalui tindakan penanaman pohon. Siapa lagi yang dapat melakukan upaya penghijauan jika bukan manusia-manusia yang tinggal di dalam lingkungan tersebut.

Memang, jika ditilik secara lebih mendalam, Bandung yang bercita-cita menjadi kota dunia ini sepertinya telah mulai dilupakan alam hijaunya, sehingga tidak sedikit masyarakat kota Bandung yang merasa kurang nyaman untuk sekadar tinggal dan berkreasi budaya akibat arus pembangunan tata kota yang hampir melupakan hijaunya sebuah tempat tinggal. Tengok saja kawasan Punclut di Bandung Utara yang dari hari ke hari kian menipis areal hijaunya digantikan oleh bangunan-bangunan beton, padahal daerah tersebut adalah salah satu daerah resapan air yang cukup penting. Akibatnya? Tentu kita bisa melihat pada setiap musim penghujan. Daerah-daerah dataran rendah Bandung pun diserang banjir, memberikan pilu kesedihan akibat ulah manusia yang tak peduli dengan lingkungannya sendiri.

Sebuah pesan penting lalu tersirat melalui “Bandung Kotaku Hijau”, yaitu sebuah pesan agar kita memiliki sebuah kesadaran untuk kembali melihat alam sebagai entitas yang perlu dijaga untuk keseimbangan hidup antar kosmos di tengah peradaban global dan teknologi manusia dalam mengejawantahkan kreatifitas dan akal budinya. Terdengar terlalu berat? Tentu saja tidak jika kita menerjemahkannya dengan realisasi nyata. Jadi, mulailah memperhatikan lingkungan sekitar, jangan membuang sampah sembarangan, kurangi pemakaian kendaraan bermotor, dan mulailah menanam pohon untuk kelangsungan hidup generasi mendatang.
(Nugraha Sugiarta)

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

The Shocking Blue Green Theme. Blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 32 other followers

%d bloggers like this: