Aren Indonesia

Berita 2010

Juli 2010

Kemenkop kembangkan UKM aren

Pengembangan daerah aliran sungai untuk bantu usaha kecil

OLEH MULIA GINTING MUNTHE, Bisnis Indonesia

Sumber:  http://www.mediacenterkopukm.com/ 06 Jul 2010

JAKARTA Kementerian Koperasi dan UKM bersinergi dengan Institut Ilmu Manajemen Koperasi Indonesia (Ikopin) dan BUMN Hijau Lestari untuk mengembangkan kawasan daerah aliransungai (DAS) sertamengoptimalkan potensitanaman aren.

Muhammad Taufiq, Staf Ahli Pengembangan Iklim Usaha dan Kemitraan Kementerian Koperasi dan UKM, mengemukakan kerja sama dengan dua lembaga tersebut untuk meningkatkan produktivitas masyarakat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).BUMN Hijau Lestari merupakan konsorsium lima BUMN meliputi Perum Perhutani, PT Pupuk Kujang, PT Sang Hyang Seri, PTPN VIII, serta Jasa Tirta.

“Kerja sama dengan BUMN Hijau Lestari, untuk pengembangan kawasan daerah aliran sungai, khususnya di Jawa Barat. Kawasan itu akan dijadikan lebih produktif dengan menanam tanaman tahunan maupun pangan,” ujarnya kepada Bisnis kemarin.DAS yang akan dijadikan lahan produktif bagi UMKM mencapai 250.000 ha. Selain berdampak positif untuk menahan bencana longsor, pelaku usaha mikro dan kecil bisa memanfaatkan lahan itu untuk meningkatkan pendapatannya.

Tanaman produktif yang akan dikembangkan di seluruh DAS Jawa Barat meliputi pohon aren, pohon jati, sengon, buah-buahan, jagung serta tanaman sorgum. Hasil dari berbagai tanaman tersebut diharapkan bisa meningkatkan produktivitas UMKM di sekitar lokasi.Di antara beberapa komoditas tersebut, ada yang diproyeksikan untuk pengembangan industri gula semut dari aren dan tepung yang dihasilkan dari biji sorgum. Pengembangan usaha ini memang spesifik, tetapi diyakini berdampak positif.

Untuk pengembangan industri gula semut, Kementerian Kope-rasi dan UKM merangkul Ikopin untuk mengembangkan bibit tanaman aren yang berasal dari Si-bolangit, Sumatra Utara. Pohon aren dari kawasan tersebut memiliki keunggulan hasil air nira-nya.”Pohon aren di daerah lain umumnya hanya memproduksi sekitar 10 liter per hari, sedangkan pohon aren dari Sibolangit bisa mencapai 60 liter per hari. Oleh karena itu, Ikopin akan melakukan pembibitan tanaman aren dari Sumatra Utara untuk disebar ke DAS seluruh Jawa Barat,” ujar Taufiq.Pembiayaan untuk program pembibitan dilakukan oleh lima perusahaan BUMN Hijau Lestari.

Lahan pembibitan

Sedangkan DAS yang akan dimanfaatkan untuk program tersebut masing-masing di Sungai Citarum, Ciliwung, serta sungai Cimanuk. Lahan pembibitan yang akan dimanfaatkan di area Kampus Ikopin seluas 5 ha dari total 20 ha.

Menurut Taufiq, dari 60 liter produksi air nira dari satu pohon aren, bisa menghasilkan sekitar 30 kg gula semut per hari. “Po-tensinya sangat besar untuk memenuhi permintaan nasional maupun ekspor, karena Jepang sangat menggandmngi gula semut,” papar Taufiq.Kemenkop mulai tahun ini juga mulai mengangkat potensi komoditas gula aren di lima kabupaten Jawa Tengah, yakni Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, dan Kebumen (Barling-mascakeb).

Potensi gula aren atau juga dikenal sebagai gula jawa atau gula semut di kawasan Barlingmasca-keb sangat besar, akan tetapi belum digarap serius. Untuk meningkatkan kapasitas produknya, pemerintah akan melakukan fasilitasi serta pendampingan teknis.Pendampingan tersebut mencakup peningkatan kemampuanpetani aren dalam memproduksi secara tepat guna melalui penerapan teknologi.

Dalam peningkatan kapasitas itu, masyarakat produsen tidak lagi diposisikan sebagai objek, tetapi sebagai subjek. Dengan sistem ini Kementerian Koperasi dan UKM optimistis gula aren akan dikenal luas sebagai bahan pemanis selain gula pasir.Potensi gula aren untuk pasar ekspor bahkan sangat terbuka, karena negara-negara maju di Asia seperti Jepang, lebih cenderung mengonsumsi gula aren.

Saat ini pemasok gula aren ke, Jepang adalah Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Ekspor oleh petani dari daerah itu telah berlangsung sejak 1988. “Barlingmascakeb juga memiliki peluang itu karena Jepang masih kekurangan produk tersebut,” tukas Wayan.Kapasitas produksi gula aren dari Jawa lengah saat ini sekitar 5,64 ton per tahun. Jumlah itu belum termasuk dengan produksi dari Barlingmascakeb. Kementerian Koperasi dan UKM belum memiliki catatan pasti kapasitas produksi gula aren di lima kabupaten itu. (ginting.mimthe8)bis-nis.co.id)

Petani Aren Nagari Andaleh, Butuh Sentuhan Pemkab

Sumber: http://www.indowarta.com/ 24 Juli 2010 Batu Sangkar, IndowartaNagari Andaleh sangat pontensial dikembangkan menjadi daerah penghasil gula aren di Sumatera Barat (Sumbar), karena hamparan kebun aren di nagari ini merupakan komoditi yang dapat menunjang sebagai penghasil aren dan setiap rumah memiliki pohon aren. Apalagi usaha pembuatan gula aren di Nagari Andaleh sudah dilakukan secara turun temurun.

Namun, untuk mewujudkan Nagari Andaleh menjadi sentra penghasil gula aren di Sumatera Barat sangat membutuhkan bantuan Pemkab. Bantuan yang sangat diperlukan saat ini pengadaan wadah pemasak gula aren, karena wadah yang digunakan masyarakat masih tergolong kecil. Hal itu mengakibatkan warga pembuat gula aren harus memasak secara berulang, ungkap Danusril Wali Nagari Andaleh Kec. Sungayang, Kab. Tanah Datar.

Selain itu, katanya, pembinaan yang juga diperlukan adalah cara menembus pasar pada provinsi tetangga, karena selama ini masyarakat menjual gula aren kepada salah seorang pengepul gula aren yang datang setiap minggunya. Sementara bila aren dari Nagari Andaleh dapat menembus supermarket-supermaket besar, tentunya perekonomian masyarakat akan meningkat secara signifikan.

Namun terkait hal itu, Yori, KAUR Jorong Baruh Bukik, Nagari Andaleh, Kec. Sungayang, Kab. Tanah Datar menjelaskan, bahwa beberapa waktu yang lalu, masyarakat di Andaleh sudah dilatih cara pengolahan biji aren menjadi dodol.

Sayangnya pelatihan itu belum ada tindak lanjut, sehingga sampai saat ini belum ada warga Baruh Bukik yang mengolah dodol biji aren, padahal pengolahan biji aren menjadi dodol dapat meningkatkan nilai jualnya.

Untuk itu Yori, sangat mengharapkan dinas instansi agar melakukan berbagai pelatihan, sehingga ada tindak lanjutnya dan tidak terputus ditengah jalan.

Potensi Nagari Andaleh sebagai penghasil Gula Aren di Sumbar sangat besar, karena hampir semua penduduk memiliki pohon aren. Namun, belum adanya pemasaran yang baik dan juga pengelolaan gula aren menjadi komoditi lain, belum dapat dilakukan mengingat keterbatasan SDM. Jika Pemkab Tanah Datar sebagai fasilitator dapat melakukan pelatihan-pelatihan dan mencarikan pemasaran yang baik sehingga gula aren tersebut dapat dikelola menjadi bahan makanan lainnya, yang akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat. (Rd/YS)

Agustus  2010

Bahan Baku Aren di Balangan Langka

Sumber:  http://www.banjarmasinpost.co.id/ 7 Agustus 2010

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN – Usaha Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Balangan untuk bisa mengantipasi terjadinya kelangkaan bahan baku gula aren belum membuahkan hasil maksimal.

Kesulitan mendapatkan bahan baku dari pohon aren dirasakan sebagian besar masyarakat pembuat gula aren yang menyebar di Kecamatan Lampihong dan Kecamatan Awayan.

Pasalnya, selama ini produsen gula aren hanya mengharapkan bahan mentah dari pohon aren yang tumbuh alami, tanpa ada usaha untuk melakukan budidaya pohon aren.

Padahal usaha membuat aren ini merupakan salah satu bidang yang juga sangat membantu perekonomian masyarakat, terlebih lagi ada beberapa daerah di Balangan yang memang sudah dikenal dengan sentra penghasil gula aren.

Kepala Dishutbun Balangan, A Effendie TH, Rabu (4/8), membenarkan sampai sejauh ini masih belum ada masyarakat yang telah membudidayakan pohon aren.

“Karena itulah kita berusaha untuk mencobanya untuk melakukan penanaman pohon aren, tapi sampai sekarang masih belum menunjukan hasil yang maksimal,” katanya.

Usaha dengan mendatangkan bibit unggul pohon aren dari Bogor yang sudah di teliti di balai penelitian ini berlangsung sejak 2007 dan 2008.

Bibit aren unggul dari Bogor tersebut sudah ditanam di beberapa lokasi di kawasan kecamatan Awayan, Juai dan Lampihong, dengan jumlah sekitar 140 bibit per hektar.

“Nah dari yang sudah kita tanam itu ternyata dalam masa pertumbuhannya, sekitar satu berjalan setelah ditanam justru hanya sekitar 40 persennya saja yang tumbuh, yang lain ada yang mati dan juga tidak mau berkembang lagi,” katanya.

Hal itulah yang hingga kini masih menjadi permasalahan yang belum ditemukan penyebabnya. Sebab, untuk persoalan teknis baik itu cara menanam bibit, jarak tanam, pemberian pupuk dan lainnya sudah dilakukan dengan standar yang ada.

“Makanya kita akan terus evaluasi ini supaya bisa tahu apa yang menjadi penyebab sehingga bibit yang ditanam belum bisa menunjukan hasil yang maksimal,” katanya.  (dny)

Perajin Gula Aren Tingkatkan Produksi

KOMPAS/JANNES EUDES WAWA Warga mengumpulkan gula aren yang baru selesai diproduksi di kawasan Air Meles, Kabupaten Rejang Lebong.

Sumber: http://regional.kompas.com/ 12 Agustus 2010

WAY KANAN, KOMPAS.com -Perajin gula aren di Kampung Rebangtinggi, Kecamatan Banjit, Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung meningkatkan produksi seiring dengan tingginya permintaan pada Ramadhan.

“Selain permintaan tinggi, juga ada kenaikan sebesar Rp1.000 per buah atau ’uter’,” kata Syahril (39), perajin gula aren di Kampung Rebangtinggi Kecamatan Banjit, Way Kanan, Kamis (12/8/2010).

Ia menjelaskan gula aren yang dibuatnya menggunakan cetakan dari bambu berukuran lebar 10 centimeter dan tebal 3 centimeter atau biasa disebut dengan “uter”.

“Alhamdullilah naik Rp 1.000 dari sebelumnya. Kemarin masih Rp 3.000 per uter sekarang sudah Rp 4.000,” kata dia.

Menurutnya, kenaikan harga gula aren tersebut karena banyaknya permintaan di bulan puasa, yang akan digunakan sebagai pemanis untuk m inuman atau membuat kolak.

Namun, lanjut dia, tingginya permintaan tidak diimbangi dengan jumlah pengrajin gula aren di daerah tersebut. “Yang membutuhkan gula aren setiap bulan puasa semakin bertambah, sementara perajin yang ada cuma sedikit, di kampung Rebangtinggi perajin gula aren hanya ada lima orang,” kata dia.

Karena itu, Syahril pun meningkatkan produksi dengan lebih banyak mengambil nira dan memasaknya untuk dijadikan gula.

Perajin lain, Wahidin (49) mengatakan, nira yang dihasilkan di pekan kedua Agustus ini juga cukup bagus sehingga produksi gula pun meningkat.

Oktober 2010

8 Comments »

  1. Dengan Hormat.
    Kami sangat tertarik mengenai informasi mengenai Prospek pengembangan Tanaman Aren di masa datang. untuk itu kami memohon bantuan kepada Saudara untuk mengirimkan kepada kami Analisa Usaha Tani dari Usaha tani tersebut, selanjutnya kami butuh informasi mengenai bibit yang bermutu. sebagai informasi awal kami tinggal di Desa Lampuawa Kec. Sukamaju Kab. Luwu Utara Prop. Sulawesi Selatan. Trimakasih atas infonya.
    ARMAN, SP.
    PPL Desa Lampuawa Kab. Luwu Utara

    Comment by Arman, SP. — October 23, 2010 @ 8:46 am

    • saya bisa carikan… kalau boleh tau bapak di mana??

      Comment by aris — December 23, 2010 @ 11:09 pm

  2. saya butuh gula aren setiap minggu nya 50kg atau 200kg perbulan. tolong carikan yg asli.,

    Comment by hanifah sulaeman — November 14, 2010 @ 3:03 am

  3. saya butuh bibit unggul gula aren. kalau bisa beritahu saya, dimana saya bisa mendapat bibit aren tsb dan kira kira berapa harganya? terima kasih. Bontang, Kalimantan Timur.

    Comment by Muhammad Nur Ali — November 28, 2010 @ 7:02 am

  4. toloong . . , mohon bantuan informasinya , bagaimana cara penanggulangan tanaman aren muda saya yang lagi terkena penyakit , pelepah dan daunnya bercak dan menghitam kemudian mengering dan pucuk mudanya kerdil ( mengecil ), tolong kasihani tanaman muda aren saya ( umur baru satu tahun ditanam dikebun ) , buat yang kasih info kami ucapkan terima kasih

    Comment by abdurrahman alwani — November 29, 2010 @ 5:21 am

  5. Saya butuh gula semut (aren) dalam jumlah besar di daerah jawa timur, apakah mengetahui petani yang bisa supplay (mungkin dari kediri) ?

    Trims

    Comment by sandhi — January 12, 2011 @ 8:56 pm

  6. sya bth gula aren, 150 ton per hari untuk pabrik… kira2 anda bisa tdk kerjasama dng sya. saya dah ambil dr berbagai dearah tp msh krg… kl anda sanggup kkira2 sehari sanggup berapa ton? plg tdk 5 ton br qta brani ambil

    Comment by anwar — January 16, 2011 @ 9:32 pm

    • Pak saya bisa suply gula aren asli. Kapasitas saya baru 5-10 ton perminggu. Hubungi 085643610753 atau Anggoro.cahyo.p@gmail.com

      Comment by Anggoro — January 26, 2011 @ 8:11 am


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

The Shocking Blue Green Theme. Blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 32 other followers

%d bloggers like this: