Aren Indonesia

Aren sebagai Obat

Aren, Semua Bagian Bisa Jadi Obat

Sumber:  http://kiswanto.wordpress.com/2007/

Aren (Arenga pinnata (Wurmb.) Merr.) merupakan tanaman yang serbaguna. Betapa tidak, hampir semua bagian dari tanaman ini bisa bermanfaat sebagai obat tradisional. Selain berkhasiat sebagai obat, beberapa bagian dari tanaman Aren juga menghasilkan produk yang dapat dijual dengan harga yang cukup tinggi.

Berikut ini sekilas informasi mengenai aren :

Aren (Arenga pinnata (Wurmb.) Merr.)
Sinonim : Arenga sacchrifera Labill.
Famili : Arecaceae (Palmae).

Uraian :

Tidak berduri tempel. Batang tinggi sampai 25 m dan diameter 65 cm, sebagian batang yang cukup panjang berdaun, di bawahnya terdapat pelepah daun yang tepinya sobek-sobek terurai menjadi serabut hitam. Tangkai daun sampai 1,5 m, helaian daun panjangnya sampai 5 m. Anak daun sampai 145 kali 7 cm, bagian bawah ada lapisan lilin. Berumah satu, tongkol betina dengan tongkol jantan panjangnya 2,5 m. Tongkol bercabang satu kali; cabang samping panjang 1,5 m. Bunga jantan berpasangan, panjang 12-15 mm; benang sari banyak. Bunga betina berdiri sendiri, hampir bulat bola; bakal buah beruang 3, dengan 3 kepala putik. Buah buni bulat peluru, dengan ujung pesok ke dalam, garis tengah 4 cm, beruang 3, berbiji 3. Seluruh Jawa, dalam hutan atau ditanam; 1-1400 m. Catatan: Juga terkenal dengan nama yang lama Arenga saccharifera Labill. Boleh dikatakan semua bagian tanaman dipakai; akarnya untuk bahan anyaman dan untuk cambuk, batang yang dibelah untuk talang (saluran air), kayunya untuk tongkat jalan dan usuk genting, pondoh untuk sayur-mayur makan nasi, tulang daun untuk sapu dan kranjang, daun muda untuk ganti kertas rokok, serabut pelepah untuk tali ijuk, untuk genting, kranjang, sapu, sikat, terasnya dibuat „sagu”. Dari tongkol bunga jantan disadap cairan yang mengandung gula, di mana kemudian dibuat gula (gula Jawa), kalau dikhamirkan menghasilkan sagu air, arak atau cuka; bijinya dibuat manisan dan dimakan (kolang-kaling). Bagian yang digunakan Tuak/legen (hasil peragian dari air bunga) dan akar.

Nama Lokal :

NAMA DAERAH: Bak juk, Bak jok (Aceh); Pola, Paula, Bagot, Agaton, Bargot (Batak); Anau, Biluluk (Minangkabau); Kawung, Taren (Sunda);Aren, Lirang, Nanggung (Jawa); Jaka, Hano (BaIi); Meka (Sawu); Moke, Huwat (FIores); Akel, Akere, Koito, Akol, Ketan (Sawu); Inru (Bugis); Bole (Roti); Seho (Ternate).

NAMA ASING: Arengae pinnatae Radix; Akar Aren.

KEGUNAAN

Tuak/legen:

  • Sariawan.
  • Sembelit.

Akar:

  • Batu ginjal.
  • Ruam kulit.

RAMUAN DAN TAKARAN

Batu Ginjal:

Ramuan:

  • Akar Aren 2 gram
  • Daun Keji beling 3 gram
  • Akar Alang-alang 3 gram
  • Herba Meniran 3 gram
  • Air 20 ml

Cara pembuatan:
Dibuat infus.

Cara pemakaian
Diminum 1 kali sehari, 100 ml.

Lama pengobatan:
Diulang selama 14 hari atau sampai bntu ginjal keluar. Pengobatan dihentikan setelah batunya keluar berupa batu, pasir, atau butiran. Selanjutnya minum rebusan daun Kumis Kucing dan herba Meniran, sebagai pengganti air teh.

Sembelit dan Sariawan:
Legen diminum seperti minuman segar lainnya.

Komposisi tuak: Gula dan minyak lemak.

TANAMAN AREN (Arenga pinnata) SEBAGAI TANAMAN OBAT

Sumber: http://www.tanaman-obat.com/tanaman-obat/157-tanaman-aren-sebagai-tanaman-obat

Bagian dari tanaman aren yang digunakan sebagai bahan obat adalah akar dan nira. Akar digunakan untuk mengatasi penyakit batu ginjal dan ruam kulit, sedangkan tuak digunakan untuk mengatasi sariawan dan sembelit. Dalam mengatasi penyakit batu ginjal, akar aren digunakan bersama-sama dengan akar alang-alang, daun keji beling, herba meniran dan air. Penggunaannya dilakukan selama 14 hari atau sampai batu ginjal keluar yang dapat berupa batu, pasir atau butiran. Air aren difermentasikan menjadi cuka yang digunakan untuk bahan pengawet (mematikan mikroba) pada ikan dan makanan lain selain juga memberi cita rasa pada makanan.

Nira dapat juga dibuat sebagai minuman segar, soft drink, gula semut, gula merah dan permen. Untuk pembuatan gula, pH nira dari 8 – 9 diturunkan menjadi netral (7). Untuk bahan baku gula, nira disadap di pagi hari selanjutnya nira disaring, dimasak dengan wadah terbuka, setelah mendidih diberikan sedikit TSP (Triple Super Phosfate) untuk menurunkan pH. Setelah pH netral, cairan disaring kembali, kemudian dipindahkan ke wadah yang lebih besar. Cairan dimasak sampai kental, dengan apikecil dan sering diaduk. Bila mencapai kekentalan tertentu, dipindahkan kewadah plastik dan disimpan pada kamar pendingin sampai mengkristal. Gula kristal dimasukkan ke wadah sentrifuge untuk pemecahan menjadi butiran sehingga terbentuk gula semut.

Pembuatan gula merah dilakukan dengan proses yang sama, hanya pada tahap akhir pada saat cairan mengental, dituangkan ke dalam cetakan. Pembuatan permen dilakukan dengan pemanam bahan sirup gula yang hampir mengkristal dengan menambah ekstrak (lemon, mocca, susu, strawberry, dan lain-lain) Sirup tersebut disimpan dalam periuk tanah selama tiga bulan sambil sewaktu-waktu diaduk. Bila kristal telah terbentuk maka dikeluarkan sedikit demi sedikit lalu dibentuk kemudian dikemas sesuai ukuran yang dikehendaki.

Dalam 100 ml nira segar mengandung total padatan sekitar 15,20 – 19,70 g, sukrosa 12,30 – 17,40 g, abu0,11 – 0,41 g, protein 0,23 – 0, 32 dan asam ascorbik 16 – 30 g.

PENGGUNAAN TANAMAN KELAPA, PINANG (Areca catechu) DAN AREN SEBAGAI TANAMAN OBAT

BALAI PENELITIAN TANAMAN OBAT DAN AROMATIK

http://balittro.litbang.deptan.go.id

Terakhir Diperbaharui Saturday, 16 February 2008

Kelapa (Cocos nucifera), pinang (Areca catchecu) dan aren (Arenga pinnata) adalah tanaman yang termasuk dalam famili Palmae telah digunakan dalam pengobat-an tradisional secara turun-temurun.

Kelapa digunakan sebagai tanaman obat bahkan telah terbukti mengandung vitamin, lemak, asam amino, trigliserida yang sangat dibutuhkan tubuh.

Sedangkan pinang digunakan untuk mengatasi penyakit seperti haid dengan darah berlebihan, hidung berdarah (mimisan), koreng, borok, bisul, eksim, kudis, difteri, cacing (kremi, gelang, pita, tambang) (bijinya), menceret, di-sentri, gigi goyah (biji dan kulit biji). Mengingat kandungan kimia tanaman pinang yakni alkaloid arekolin mengandung racun dan penenang sehingga tidak dianjur-kan untuk pemakaian dalam jumlah besar. Akar aren diguna-kan untuk mengatasi masalah batu ginjal.

Pada saat ini pemakaian obat tradisional berkembang de-ngan baik sebagai salah satu alternatif untuk menanggulangi ma-salah kesehatan seiring dengan ke-cenderungan masyarakat dunia untuk kembali ke alam (back to nature). Sesuai dengan permintaan masya-rakat yang meningkat, produk  jamu dituntut tidak hanya berdasarkan pengalaman atau empirik saja tetapi diperlukan alasan-alasan rasional melalui referensi ilmiah sebagai produk yang alami.

Informasi tentang “indogeneous knowledge”  mengenai penggunaan tumbuhan obat dalam pengobatan tradisional sangat penting, khusus-nya pemanfaatan dari jenis-jenis tanaman yang berbeda dan telah di- pakai secara turun temurun serta sudah menjadi tradisi khas di setiap daerah dan suku di Indonesia. Meskipun hanya didasarkan pengalaman yang kemudian dipraktekkan secara turun temurun, sejarah telah mem-buktikan bahwa pengobatan tradi sional telah berperan dalam me-melihara kesehatan masyarakat, jauh sebelum manusia mengenal cara pengobatan modern dan rasional. Kelebihan dari pengobatan dengan menggunakan ramuan tumbuhan secara tradisional tersebut  ialah rendahnya efek samping yang di-timbulkan seperti yang sering terjadi pada pengobatan kimiawi. Namun yang menjadi masalah dan kesulitan ialah kurangnya pengetahuan dan informasi yang memadai mengenai berbagai jenis tumbuhan yang dapat dipakai sebagai ramuan obat-obatan, dan cara pembuatannya. Tumbuh-tumbuhan yang memberikan manfaat, banyak ditanam di kebun atau di halaman sekeliling rumah, sehingga selalu tersedia apa-bila sewaktu-waktu diperlukan.

Kelapa, pinang dan aren merupakan tanaman yang telah dibudidayakan dan dapat ditemukan di pekarangan rumah ataupun di kebun-kebun penduduk. Tulisan ini menguraikan peranan tanaman kelapa, pinang dan aren dalam ramuan pengobatan tradisional masyarakat Indonesia. Pemanfaatan Tanaman 1. Kelapa (Cocos
nucifera)Kelapa hijau dipercaya berkhasiat sebagai heamostatik, antipiretik dan diuretik dan laksatif, dan dapat mengatasi penyakit bronchitis, demam, disentri, hepatitis, (akar) men-cret, sakit perut, (arang tempurung); batuk darah, batu ginjal, cacing kre-mi, keracunan ikan, muntah darah dan pencahar (daging buah), men-cret, sakit perut dan bengkak (buah muda) dan nyeri pinggang, penawar racun, peradangan usus (air kelapa) dan perawatan rambut dan bahan pembawa ramuan luka bakar (minyak kelapa)

Masyarakat Dayak Kendayan di Kalimantan Barat menggunakan kelapa sebagai obat kena racun makanan, frambusia, TBC (santan dan air buahnya), mencret, disentri, cholera, lemah syawat (akarnya), borok, demam nifas (bunganya), gigi rusak/berlubang, kencing nanah (minyak tempurungnya), wasir, adanya pengapuran pada air seni (daging buahnya). Pengetahuan tradisional ini perlu dibuktikan dengan hasil analisa empirik dan saat ini telah diketahui dengan hasil analisa kandungan nutrisi dari kelapa yang banyak me-ngandung gizi esensial. Daging buah kelapa muda misalnya, kaya akan kalori terutama dari karbohidrat.

Protein kelapa, dibandingkan dengan kacang-kacangan, lebih baik dalam hal asam amino isoleusin, leusin, lisin, threonin dan valin. Adapun analisa nilai nutrisi daging buah kelapa umur 8 bulan adalah kadar air 90,59%, kalori 437 kkal/100 g, minyak 26,67%, protein 10,67%, serat kasar 3,98%, total karbohidrat 38,45%, pati 13,53%, gula sebagai glukosa 24,92%.Sementara komposisi asam amino daging buah kelapa adalah isoleusin 2,5 g/16 g N, leusin 4,9 g/16 g N, lisin 2,7 g/16 g N, metionin 1,5 g/16 g N, threosin 2,3 g/16 g N, tripthopan 0,6 g/16 g N dan valin 3,8 g/16 g. Mineral utama yang terdapat pada daging buah kelapa adalah Fe (17 ppm), S (4,4 ppm), Cu (3,2), P (2.4 ppm). Kan-dungan vitamin pada buah meliputi vitamin C (10 ppm), vitamin B (15 IU), dan vitamin E (2 ppm).

Minyak kelapa sangat mudah dicerna dan diabsorbsi tubuh karena mengandung trigliserida yang ter-susun dari lemak rantai sedang (C6-C12). Komposisi asam lemak dalam minyak kelapa adalah C8 5-%, C10 6 – 10% dan C12 44 – 45% (total 55-65% asam lemak rantai sedang). Tri-gliserida asam lemak rantai sedang dapat digunakan untuk mengatasi hiper lipidemia dan kegemukan serta dapat digunakan dalam ransum untuk pasien pasca bedah dan bayi premature.Daging buah kelapa juga mengandung 0,2 mg vitamin E (sebagai tokoferol), namun proses pro-duksi minyak secara konvensional yang biasanya mengaplikasikan panas dan
tekanan, mengurangi kandungan tokoferol dalam hasil akhir.

Kandungan vitamin E optimum dapat diperoleh melalui perbaikan proses, yaitu dengan proses sentrifugasi santan dan produk yang dihasilkan dikenal dengan nama virgin oil. Virgin oil mempunyai aroma kelapa segar. Saat ini Virgin oil yang lebih dikenal dengan VCO (Virgin Coconut Oil) diyakini manfaatnya untuk mengatasi penyakit kanker bahkan dianggap lebih ampuh dibandingkan dengan buah merah (Pandanus conoideus). Air kelapa muda (7 – 8 bulan) mengandung protein 0,13 g, minyak 0,12 g, karbohidrat 4,11 g, mineral Ca 20 mg, Fe 0,5 mg, vitamin asam askorbat 2,2 – 3,7 mg dan air 95,01/ 100 g. 2. Pinang (Areca catechu)

Air  rebusan dari biji pinang digunakan untuk mengatasi penya-kit seperti haid dengan darah ber-lebihan, hidung berdarah (mimisan), koreng, borok, bisul, eksim, kudis, difteri, cacingan (kremi, gelang, pita, tambang), mencret dan disentri oleh masyarakat desa Semayang Kutai-Kalimatan Timur. Selain itu digunakan juga untuk mengatasi bengkak karena retensi cairan (edema), rasa penuh di dada, luka, batuk berdahak, diare, terlambat haid, keputihan, beri-beri, malaria,
memeperkecil pupil mata. Biji dan kulit biji bagian dalam dapat juga digunakan untuk menguatkan gigi goyah, bersama-sama dengan sirih. Air rendaman biji pinang muda digunakan untuk obat sakit mata oleh suku Dayak Kendayan, di kecamatan Air Besar Kalimantan Barat.

Sementara bagi masyarakat Pa-pua umumnya, pinang muda digunakan bersama dengan buah sirih untuk menguatkan gigi. Selain se-bagai obat penguat gigi, masyarakat pesisir pantai desa Assai dan Yoon-noni, yang didiami oleh suku Men-yah, Arfak, Biak dan Serui (Papua), biji pinang muda digunakan sebagai obat untuk mengecilkan rahim setelah melahirkan oleh kaum wanita dengan cara memasak buah pinang muda tersebut dan airnya diminum selama satu minggu. Umbut pinang muda digunakan untuk mengobati patah tulang, dan sakit pinggang (salah urat). Selain itu umbut dapat juga dimakan sebagai lalab atau acar. Daun pinang berguna untuk mengatasi masalah tidak nafsu makan, dan sakit pinggang. Selain sebagai obat, pelepah daun diguna-kan untuk pembungkus makanan dan bahan campuran untuk topi. Sabut pinang rasanya hangat dan pahit, digunakan untuk gangguan pencernaan, sembelit dan edema. Biji pinang rasanya pahit, pedas dan hangat serta mengandung 0,3 – 0,6%, alkaloid, seperti arekolin (C8H13NO2), arekolidine, arekain, guvakolin, guvasine dan isoguvasi-ne. Selain itu juga mengandung red tannin 15%, lemak 14% (palmitic, oleic, stearic, caproic, caprylic, lauric, myristic acid), kanji dan resin.

Biji segar mengandung kira-kira 50% lebih banyak alkaloid di-bandingkan biji yang telah meng-alami perlakuan. Arekolin selain berfungsi sebagai obat cacing juga sebagai penenang, sehingga bersifat memabokkan bagi penggunanya. 3.

Aren  (Arenga pinnata)

Bagian dari tanaman aren yang digunakan sebagai bahan obat adalah akar dan nira. Akar digunakan untuk mengatasi penyakit batu ginjal dan ruam kulit, sedangkan tuak diguna-kan untuk mengatasi sariawan dan sembelit. Dalam mengatasi penyakit batu ginjal, akar aren digunakan bersama-sama dengan akar alang-alang, daun keji beling, herba meniran dan air. Penggunaannya dilakukan selama 14 hari atau sampai batu ginjal keluar yang dapat berupa batu, pasir atau butiran. Air aren di-fermentasikan menjadi cuka yang digunakan untuk bahan pengawet (mematikan mikroba) pada ikan dan makanan lain selain juga memberi cita rasa pada makanan.

Nira dapat juga dibuat sebagai minuman segar, soft drink, gula semut, gula merah dan permen. Untuk pembuatan gula, pH nira dari 8 – 9 diturunkan menjadi netral (7). Untuk bahan baku gula, nira disadap di pagi hari selanjutnya nira disaring, dimasak dengan wadah terbuka, setelah mendidih diberikan sedkitit TSP (Triple Super Phosfate) untuk menurunkan pH. Setelah pH netral, cairan disaring kembali, kemudian dipindahkan ke wadaha yang lebih besar. Cairan dimasak sampai kental, dengan api kecil dan sering diaduk. Blaia mencapai kekentalan tertentu, dipindahkan ke wadah plastik dan disimpan pada kamar pendingin sampai mengkristal. Gula kristal dimasukkan ke wadah sentrifuge untuk pemecahan menjadi butiran sehingga terbentuk gula semut. Pembuatan gula merah dilakukan dengan proses yang sama, hanya pada tahap akhir pada saat cairan mengental, dituangkan ke dalam ce-takan. Pembuatan permen dilakukan degna pemanambahan sirup gula yang hampir mengkristal dengan menambah ekstrak (lemon, mocca, susu, strawberry, dan lain-lain)

Sirup tersebut disimpan dalam periuk tanah selama tiga bulan sambil sewaktu-waktu diaduk. Bila kristal telah terbentuk maka dikeluarkan sedikit demi sedikit lalu dibentuk kemudian dikemas sesuai ukuran yang dikehendaki. Proses pembuatan tuak/arak secara tradisional adalah nira yang difermentasikan, dimasak, uapnaya dialirkan memalui selang plastik yang bagian luarnya diberi pendingin. Kandungan alkohol dalam arak ini sekitar 8%. Arak yang dibiarkan beberapa minggu kemudi-an dapat berubah menjadi cuka. Dalam 100 ml nira segar mengandung total padatan sekitar 15,20 – 19,70 g, sukrosa 12,30 – 17,40 g, abu 0,11 – 0,41 g, protein 0,23 – 0, 32 dan asam ascorbik 16 – 30 g. Kelapa, aren dan pinang yang merupakan kelompok tanaman dari famili Palmae dapat dimasukkan dalam kelompok tanaman obat karena bermanfaat dalam penyem-buhan penyakit. Seluruh bagian tanaman dapat digunakan sebagai bahan baku obat, yakni
mulai dari bunga, buah, santan, air buah dan akar. Pada pinang bagian yang bermanfaat adalah biji, umbut, dan dan sabut. Sedangkan pada aren bagian tanaman yang digunakan adalah akar dan nira. (Sumber : Natalini Nova Kristina dan Siti Fatimah Syahid, Warta Puslitbangbun Vol.13 No. 2, Agustus 2007)

Pencernaan Sehat Berkat Gula Aren

Gl CETAK 1

Sumber: http://arengasugar.multiply.com/; Senin, 5 November 2007

Gula merupakan sejenis pemanis yang telah digunakan oleh manusia sejak 2000 tahun dahulu untuk mengubah rasa dan sifat makanan dan minuman. Gula adalah tipe makanan yang diasosiasikan dengan salah satu rasa dasar yaitu manis. Ada 3 gula sebagai berikut :
1. Gula Tebu
2. Gula Bit
3. Gula Merah (gula Jawa

Pembuatan Gula Merah

Istilah gula merah biasanya diasosiasikan dengan segala jenis gula yang dibuat dari nira yaitu cairan yang dikeluarkan dari bunga pohon dari keluarga palma, seperti kelapa, aren, dan siwalan. Secara umum cara pengambilan cairan ini sebagai berikut :

• Bunga mayang yang belum diikat kuat (kadang – kadang dipres dengan 2 batang kayu) pada bagian pangkalnya sehingga proses pemekaran bunga menjadi terhambat. Sari makanan yang seharusnya dipakai untuk pemekaran bunga menumpuk menjadi cairan gula. Mayang membengkak.
• Setelah proses pembengkakan berhenti, batang mayang diiris – iris untuk mengeluarkan cairan gula secara bertahap. Cairan biasanya ditampung dengan “timba” yang terbuat dari daun pohon palma tersebut.
• Cairan yang ditampung diambil secara bertahap, biasanya 2 – 3 kali. Cairan ini kemudian dipanaskan dengan api sampai kental. Setelah benar – benar kental, cairan dituangkan ke mangkok – mangkok yang terbuat dari daun palma dan siap dipasarkan. Gula merah sebagian besar dipakai sebagai bahan baku kecap manis.

Manfaat Gula Aren

1.Gula aren menurut para peneliti cukup baik dibanding gula yang dibuat dari bahan yang lain. Gula aren cukup mengandung kalori yang tinggi dan efek sampingnya tidak begitu besar pada tubuh.

2.Pohon aren dapat menghasilkan gula aren. Gula aren dipakai sebagai bahan pembantu untuk menimbulkan warna, memperkuat ketahanan warna dari pewarna alami. Selain itu gula aren dicampur dengan air dan kapur dipergunakan untuk nyareni. Gula aren juga dipakai untuk memberi warna coklat makanan.

3.Pertama, selain glukosa, gula aren mengandung protein kasar, mineral, dan vitamin. Kedua, warna cokelatnya ternyata adalah kandungan serat makanan yang bermanfaat untuk kesehatan pencernaan. Dan ketiga, terdapat senyawa – senyawa yang berfungsi menghambat penyerapan kolesterol disaluran pencernaan. (Lezat/Dv).

Source : http://www.indocookingclub.com

Menghilangkan Bau Badan

Sumber: http://segala-kecantikan.blogspot.com/2009/02/menghilangkan-bau-badan.html

Bau tidak sedap pada keringat sangatlah mengganggu, apabila dibiarkan akan mempengaruhi rasa percaya diri dan gagal dalam pergaulan.

Penyakit ini diantaranya adalah disebabkan oleh : darah kotor, gangguan hati atau jantung.

Obatnya adalah sebagai berikut :
Bahan :
Kunyit (Curcuma domestica) ……….. 2 ibu jari
Air gula aren (Arenga piñata) ……….. 2/3 gelas

Cara Pembuatan :
Kunyit diparut halus. Kunyit yang sudah diparut dimasukkan kedalam gelas yang berisi air gula aren, diaduk hingga rata. Biarkan beberapa saat hinga kunyit mengendap kedasar gelas.

Cara Penggunaan :
Diminum setiap malam menjelang tidur. Lakukan secara rutin setiap malam.

Saran-saran :
Bersihkan badan secara rutin.
Jangan makan jerohan, telor dan ikan serta daging kambing.
Jangan minum-minuman keras dan es.

Sumber : Ramuan Pusaka Prima Raga oleh : DS. Soewito M.

Menggemukkan Badan

Kalau badan terlalu kurus perlu juga untuk menggemukkan badan. Badan yang kurus kering, berat badan kurang dari seharusnya, mata cekung dan leher terlihat panjang tentu bukanlah penampilan yang kita inginkan.Secara tradisional obat untuk menggemukkan badan adalah sebagai berikut :

Bahan :
Kelapa tua (Cocos mucifera) …………..1/2 butir
Kunyit (Curcuma domestica) ………….. 250 gr.
Gula aren (Arenga piñata) ……………… secukupnya.

Cara Pembuatan :
Kelapa diparut diambil santannya, kunyit diparut diambil sarinya. Lakukan hingga dari keduanya didapatkan air perasan 1 gelas. Semua bahan dimasak menjadi satu hingga matang sambil terus diaduk.

Cara Penggunaan :
Setelah dingin, minum setiap menjelang tidur malam. Lakukan secara rutin setiap hari.

Saran-saran :
Banyak makan makanan yang bergizi, sayuran dan buah-buahan.
Jangan merokok dan minum minuman keras.
Makan dan tidur dengan teratur.
Hindari stress.

Sumber : Ramuan Pusaka Prima Raga oleh : DS. Soewito M.

Tanaman obat aren sebagai obat tradisional sembelit

Sumber: http://warnadunia.com/tanaman-obat-aren-sebagai-obat-tradisional-sembelit/24 February 2009

Aren merupakan tanaman obat yang bisa dijadikan sebagai obat tradisional penyakit sembelit yang mudah kita ramu sediri. Berikut penjelasan singkat tentang tanaman dan obat tradisional ini. Dan saya harap Anda paham dengan uraian berikut.

KEGUNAAN
Tuak/legen:
-Sariawan.
-Sembelit.

Akar:
-Batu ginjal.
-Ruam kulit.

RAMUAN DAN TAKARAN

Batu Ginjal:
Ramuan:
Akar Aren 2 gram
Daun Keji beling 3 gram
Akar Alang-alang 3 gram
Herba Meniran 3 gram
Air 20 ml

Cara pembuatan:
Dibuat infus.

Cara pemakaian
Diminum 1 kali sehari, 100 ml.

Lama pengobatan:
Diulang selama 14 hari atau sampai bntu ginjal keluar. Pengobatan dihentikan setelah batunya keluar berupa batu, pasir, atau butiran. Selanjutnya minum rebusan daun Kumis Kucing dan herba Meniran, sebagai pengganti air teh.

Sembelit dan Sariawan:
Legen diminum seperti minuman segar lainnya.

Sekian semoga bermanfaat dan penyakit sembelit anda sembuh, dapatkanlah khasiat obat tradisional dari tanaman obat aren dengan mudah bila anda berinisiatif untuk menanam sendiri di rumah anda, bisa anda tanam di depan rumah atau di kebun belakang.

Tanaman enau sebagai obat tradisional sakit perut

Sumber: http://warnadunia.com/tanaman-enau-sebagai-obat-tradisional-sakit-perut/10 March 2009

Enau merupakan tanaman obat yang berkhasiat dan bermanfaat sebagai obat tradisional yang mudah kita ramu sendiri. Berikut penjelasan singkat tentang tanaman dan pemakaiannya sebagai obat tradisional. Dan saya harap Anda paham dengan uraian berikut.

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Demam, Sakit perut, Sulit buang air besar ;

Pemanfaatan :
1. Demam
Bahan: 1 gelas air hangat, 1 potong gula aren.
Cara membuat: dicampur dan diaduk sampai merata.
Cara menggunakan: diminum biasa.

2. Sakit Perut
Bahan: 1 gelas air hangat, 1 potong gula aren, asam yang telah
masak secukupnya.
Cara membuat: semua bahan tersebut dicampur dan diaduk sampai
merata, kemudian disaring untuk diambil airnya.
Cara menggunakan: diminum biasa.

3. Sulit Buang air besar
Bahan: 1 gelas air hangat, 1 potong gula aren.
Cara membuat: dicampur dan diaduk sampai merata.
Cara menggunakan: diminum biasa.

Sekian semoga bermanfaat dan penyakit kerabat anda sembuh, dapatkanlah manfaat dan khasiat obat tradisional dari tanaman obat enau dengan mudah bila anda berinisiatif untuk menanam sendiri di rumah anda, bisa anda tanam di depan rumah atau di kebun belakang.

GULA AREN DALAM KULTUR KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA

Oleh : Evi, Apr 23, ’06 1:03 AM

Sumber: http://arengasugar.multiply.com/journal/item/7

Seseorang yang tidak memiliki latar belakang ilmu-ilmu sosial kemungkinan besar akan dibuat bingung kala membaca sebuah definisi kebudayaan. Mungkinkah kebudayaan merupakan satu-satunya konsep yang didefiniskan berbeda dan tergantung telah ilmu yang menggelutinya? Jawabnya adalah tidak tahu! Antropologi dan Sosiologi yang saudara sepupu saja mengeluarkan nada do berbeda kala mereka menyebut hal yang sama. Tapi ketika semua sisi telaah sudut pandang dibuang, kultur atau kebudayaan manusia hanyalah sejumput konsep sederhana yaitu cara hidup kelompok masyarakat.

Dan cara hidup itu tak lain hanyalah jalinan-jalinan sistem soasial yang bertujuan agar hidup lebih bernilai. Kalau mau dipersempit lagi, sistem-sistem itu bisa diurai dan ditelah satu-persatu. Contoh, sistem kekerabatan dan sistem ekonomi. Dari sistem ekonomi inilah kita menukik lebih tajam lagi menuju sistem agribisnis aren.

Dalam masyarakat yang sumber ekonomi utamanya berasal dari pertanian aren, maka tanaman aren secara tidak langsung memperngaruhi sistem kultur masyarakat tersebut. Hal ini berangkat dari realitas bahwa aktifitas dan tata nilai yang berkembang dalam suatu masyarakat terbentuk melalui rutinitas keseharian. Pengusahaan aren yang terbentuk melalui proses waktu yang panjang menghasilkan penghargaan yang tinggi terhadap tanaman ini. Salah satu contoh tata nilai yang terbentuk dalam masyarakat Jawa Barat adalah nasihat untuk ” hirup kudu masagi kawung”, dengan makna lebih kurang, setiap manusia harus menjalani kehidupan seperti pohon aren yang mampu memberi banyak manfaat kapada alam.

Dan hal itu benar adanya. Salah satu turunan produk aren yaitu gula aren merupakan bahan baku penting dalam ramuan obat-obatan tradisional Indonesia dan Cina. Sumbangan kasiatnya untuk kesehatan manusia sudah diuji coba dalam penelusuran jalan sejarah yang panjang. Ia bisa diminum langsung sebagai bahan itu sendiri ataupun dicampur dengan bahan-bahan lain.

Berikut adalah contoh resep-resep pengobatan tradisional:

REMATIK :
Untuk mengatasi rematik, ambil 5 gram adas, 5 gram pulasari, 30 gram daun sosor bebek, GULA AREN secukupnya, direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, lalu disaring dan diminum airnya. Lakukan dua kali sehari.

GANGGUAN GINJAL:
Untuk ganguan ginjal ambil satu rimpang temulawak, ditambahkan segenggam daun kumis kucing dan segenggam daun meniran dengan empat gelas air, direbus sampai tinggal setengahnya. Diminum tiga kali sehari. Untuk menambah nafsu makan bisa dicampur juga dengan rimpang lengkuas. Sedang untuk memperbaiki rasa bisa ditambah GULA AREN, asem atau jeruk nipis sesuai selera.

MASUK ANGIN:
Untuk penderita masuk angin, gunakan 60 gram daun pepaya, 20 gram daun sembung, 10 gram jahe, 3 batang sereh, 10 butir cengkeh, 1/2 sendok teh jintan, 30 gram GULA AREN direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 450 cc, lalu disaring dan diminum airnya 3 kali sehari masing-masing 150 cc.

KANKER:
Daun ceremai (Phyllanthus acidus) dapat dapat digunakan sebagai obat antikanker. Segenggam daun ceremai muda, sejumput daun belimbing, bidara upas sejari, gadung cina sejari dan GULA AREN direbus dengan tiga gelas air hingga tinggal segelas. Ramuan ini diminum tiga kali sehari masing-masing satu gelas.

PEMACU GAIRAH:
MALAM pertama sangat berarti bagi pengatin baru. Ketidaktahuan soal seks akan menjadi hambatan perkawinan. Banyak jalan dapat memecahkan masalah kebekuan malam pertama. Salah satunya, ramuan khusus pengantin baru selama berbulan madu. Siapkan kencur 1 kg, jinten setengah sendok teh, kunyit putih seibu jari lima butir, daun sirih dengan rantingnya segenggam, asam tanpa biji 1/4 kg, beras segelas dan GULA AREN secukupnya. Beras direndam satu jam, lalu tiriskan.

Sirih, jinten, kencur dan kunyit dicampur lalu ditumbuk sampai merata. Masukkan beras, setelah lumat ditambah GULA AREN dan sebotol air, lalu diblender. Peras dan saring, simpan di kulkas dalam botol tertutup. Tiap malam ambil lima sendok makan, campur dengan air hangat. Minum selama dua minggu berturut-turut. Kalau kurang manis, boleh ditambahkan madu dan kuning telur ayam kampung. (Minggu Pagi Online).

Lantas, bila kebudayaan dipengaruhi oleh cara berpikir manusianya, alangkah arifnya jika petani mendapat pengarahan terus-menerus tentang manfaat melestarikan pohon aren sebagai penunjang ekonomi rumah tangga.

– Evi

Sumber :
1. http://www.republika.co.id/suplemen/cetak_detail.asp?mid=2&id=111917&kat_id=105&kat_id1=150&kat_id2=187
2. http ://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/012006/26/cakrawala/lainnya06.htm
3. http://www.sinarharapan.co.id/iptek/kesehatan/2003/042/kes3.html.
4. Hembing
5. Kajian Sosial Gula Aren Banten, BPTP

Enau

Sumber: http://www.medikaholistik.com/

Nama Tanaman: Enau (Arenga pinnata, Merr.)

Nama Lokal:  Sugar Palm (Inggris), Enau (Indonesia), Kawung (Sunda); Aren (Madura), Bak juk (Aceh);

Deskripsi Enau: (Arangapinnata) termasuk jenis palma, berakar kuat dan menjalar ke mana-mana. Enau mempunyai banyak manfaat bagi manusia, antara lain: dari kelopak bunga jantan dapat menghasilkan nira sebagai bahan untuk gula aren, buahnya dapat dibuat kolang kaling untuk campuran makanan/minuman, ijuk untuk resapan air, kesed dan sapu. Enau yang sudah berusia 15-20 tahu dapat menghasilkan nira sebanyak 8 liter tiap hari dan bila dimasak dapat menghasilkan 25-35 kilogram kolang-kaling. Namun pada umumnya pohon enau tidak disukai para petani, sebab akarnya menjalar keman-mana dan dapat merusak tanaman di sekitarnya. Enau biasanya tumbuh dan berkembang berkembang biak dengan baik di hutan-hutan.

Untuk Penyakit: Demam, Sakit perut, Sulit buang air besar ;

Pemanfaatan

1. Demam
Bahan: 1 gelas air hangat, 1 potong gula aren.
Cara membuat: dicampur dan diaduk sampai merata.
Cara menggunakan: diminum biasa.

2. Sakit Perut
Bahan: 1 gelas air hangat, 1 potong gula aren, asam yang telah
masak secukupnya.
Cara membuat: semua bahan tersebut dicampur dan diaduk sampai
merata, kemudian disaring untuk diambil airnya.
Cara menggunakan: diminum biasa.

3. Sulit Buang air besar
Bahan: 1 gelas air hangat, 1 potong gula aren.
Cara membuat: dicampur dan diaduk sampai merata.
Cara menggunakan: diminum biasa.

Manfaat Gula Aren

Sumber: http://www.indofamilyhealth.com/ Tuesday, 17 February 2009

Selasa, 17/2/2009 — Gula merupakan sejenis pemanis yang telah digunakan oleh manusia sejak 2000 tahun yang lampau, untuk mengubah rasa dan sifat makanan dan minuman. Gula adalah tipe makanan yang diasosiasikan dengan salah satu rasa dasar yaitu manis.

Ada 3 gula yang biasa dikonsumsi :

1. Gula Tebu
2. Gula Bit
3. Gula Merah (gula Jawa)

Mengenal Gula Merah

Istilah gula merah biasanya diasosiasikan dengan segala jenis gula yang dibuat dari nira yaitu cairan yang dikeluarkan dari bunga pohon dari keluarga palma, seperti kelapa, aren, dan siwalan. Secara umum cara pengambilan cairan ini sebagai berikut :

* Bunga mayang yang belum diikat kuat (kadang – kadang dipres dengan 2 batang kayu) pada bagian pangkalnya sehingga proses pemekaran bunga menjadi terhambat. Sari makanan yang seharusnya dipakai untuk pemekaran bunga menumpuk menjadi cairan gula. Mayang membengkak.
* Setelah proses pembengkakan berhenti, batang mayang diiris – iris untuk mengeluarkan cairan gula secara bertahap. Cairan biasanya ditampung dengan “timba” yang terbuat dari daun pohon palma tersebut.
* Cairan yang ditampung diambil secara bertahap, biasanya 2 – 3 kali. Cairan ini kemudian dipanaskan dengan api sampai kental. Setelah benar – benar kental, cairan dituangkan ke mangkok – mangkok yang terbuat dari daun palma dan siap dipasarkan. Gula merah sebagian besar dipakai sebagai bahan baku kecap manis.

Manfaat Gula Aren

1. Gula aren menurut para peneliti cukup baik dibanding gula yang dibuat dari bahan yang lain. Gula aren cukup mengandung kalori yang tinggi dan efek sampingnya tidak begitu besar pada tubuh.
2. Pohon aren dapat menghasilkan gula aren. Gula aren dipakai sebagai bahan pembantu untuk menimbulkan warna, memperkuat ketahanan warna dari pewarna alami. Selain itu gula aren dicampur dengan air dan kapur dipergunakan untuk nyareni. Gula aren juga dipakai untuk memberi warna coklat makanan.
3. Pertama, selain glukosa, gula aren mengandung protein kasar, mineral, dan vitamin. Kedua, warna cokelatnya ternyata adalah kandungan serat makanan yang bermanfaat untuk kesehatan pencernaan. Dan ketiga, terdapat senyawa – senyawa yang berfungsi menghambat penyerapan kolesterol disaluran pencernaan.

Gula Aren Obati Influenza

Gula aren, 3 lembar daun pepaya dan sedikit garam, dapat dimanfaatkan sebagai ramuan obat influenza.
Caranya; tumbuk daun pepaya sampai halus dan peraslah. Campur air perasan dengan garam dan
gula aren. Minumlah 2X sehari.

IndofamilyNetHealth.(ayu/bbs)

4 Comments »

  1. mantaf gan.lenkap benar pembahasannya

    Comment by obat herbal — July 28, 2012 @ 6:54 am

  2. klo manfaat dari ampas pohon enau bisa di pakai buat pakan sapi ga ya ?

    Comment by sunarto — September 14, 2012 @ 5:00 am

  3. ADA BAIKNYA PENANAMAN AREN TERUS DILAKUKAN, KARENA SANGAT BANYAK MANFATTNYA

    Comment by Karel Cornelies Meray — February 2, 2013 @ 4:48 am

  4. nice post sob .. lengakp banget informasi nya .. ijin share juga .

    Comment by cupprit — September 17, 2013 @ 11:31 pm


RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

The Shocking Blue Green Theme Blog at WordPress.com.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 31 other followers

%d bloggers like this: